Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tadah Hujan Gagal untuk Sawah Pokok Murah di Padanglaweh Agam

Putra Susanto • Rabu, 23 Juli 2025 | 11:00 WIB

KEKERINGAN: Sawah Pokok Murah (SPM) yang diolah dengan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) gagal tumbuh di Padanglaweh, Sungaipua, Agam.(ANIZUR FOR PADEK)
KEKERINGAN: Sawah Pokok Murah (SPM) yang diolah dengan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) gagal tumbuh di Padanglaweh, Sungaipua, Agam.(ANIZUR FOR PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam bertajuk Sawah Pokok Murah (SPM) mengalami kegagalan pada tahap implementasi di Nagari Padanglaweh, Kecamatan Sungaipua.

Diketahui, padi yang ditanam dalam skema inovasi pertanian berbasis jerami ini tak tumbuh sebagaimana harapan. Kegagalan ini disinyalir akibat faktor cuaca yang tidak mendukung.

Wali Nagari Padanglaweh Hendri menyampaikan, kondisi lahan pertanian yang digunakan untuk program SPM merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Sayangnya, dalam beberapa bulan terakhir, wilayahnya dilanda kekeringan akibat minimnya hujan.

“Perlu kami luruskan, sawah yang digunakan untuk program ini adalah sawah tadah hujan. Sejak beberapa bulan terakhir, hujan sangat jarang turun. Tanah kering dan keras, menyebabkan bibit tidak tumbuh,” ujar Hendri, Selasa (22/7/).

Dia menambahkan, program SPM yang menggunakan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) sebenarnya memiliki potensi, namun tidak cocok diterapkan di sawah yang tidak memiliki irigasi teknis.

“Kalau di tempat lain yang irigasinya bagus, mungkin metode ini berhasil. Tapi di Padanglaweh, tanpa air yang cukup, hasilnya memang nihil. Bukan semata-mata salah metode, tapi kondisi alam tidak mendukung,” jelasnya.

Program Sawah Pokok Murah diluncurkan Pemkab Agam sebagai langkah efisiensi biaya produksi pangan dengan memanfaatkan jerami panen sebagai pupuk alami. 

Namun kegagalan di Padanglaweh menjadi catatan penting bahwa inovasi pertanian tidak bisa diimplementasikan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi lokal, terutama ketersediaan pengairan.

Pemerintah Kabupaten Agam hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil evaluasi program tersebut di Padanglaweh.

Namun berbagai pihak mendorong adanya perbaikan pendekatan dan lebih banyak keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Program Sawah Pokok Murah #Sawah Pokok Murah Gagal #Nagari Padanglaweh #pemkab agam