Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kekeringan di Ampekangkek–Canduang Agam belum Mereda

Putra Susanto • Senin, 22 September 2025 | 11:45 WIB

KEMARAU PANJANG: Petugas BPBD Agam bersama unsur gabungan melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Ampekangkek dan Canduang, Sabtu (20/9).
KEMARAU PANJANG: Petugas BPBD Agam bersama unsur gabungan melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Ampekangkek dan Canduang, Sabtu (20/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Kekeringan yang melanda Kabupaten Agam sejak akhir Agustus 2025 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga Sabtu (20/9) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat telah menyalurkan ratusan ribu liter air bersih ke dua kecamatan terdampak, yakni Ampekangkek dan Canduang.

Sejak laporan pertama diterima pada 28 Agustus lalu, distribusi air bersih terus dilakukan setiap hari bersama unsur gabungan. Hingga saat ini, lebih dari 800 ribu liter air telah disalurkan ke puluhan titik distribusi di 11 nagari di dua kecamatan terdampak secara bergiliran.

Sebelas nagari terdampak tersebut meliputi, Kecamatan Ampekangkek: Biarogadang, Panampuang, Pasia, Batutaba, Ampanggadang, Balaigurah, dan Lambah. Kecamatan Canduang: Canduang, Lasi, Bukikbatabuah, dan Canduang Kotolaweh.

“Setiap hari mobil tangki dikerahkan, baik milik BPBD, PDAM, maupun PMI, ditambah bantuan mesin portable dan tendon air untuk penampungan. Koordinasi dengan camat dan nagari dilakukan agar distribusi lebih merata,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, Sabtu (20/9).

Menurut Ichwan, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci kelancaran proses penyaluran. Selain BPBD, unsur yang terlibat antara lain pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, PDAM, PMI, ORARI, Kelompok Siaga Bencana (KSB), hingga masyarakat setempat.

Meskipun sebagian wilayah Agam telah memasuki musim penghujan dan beberapa titik kekeringan sempat diguyur hujan, kondisi tanah yang terlalu kering menyebabkan air cepat meresap dan belum mampu mengisi kembali sumber air maupun sumur warga. Situasi ini membuat kebutuhan akan suplai air bersih tetap tinggi.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah daerah telah mendirikan posko darurat kekeringan di Kecamatan Ampekangkek untuk memusatkan koordinasi penanganan serta memantau perkembangan distribusi air bersih di lapangan.

Namun demikian, beberapa kendala masih dihadapi di lapangan. Titik distribusi air terus bertambah dari yang telah disepakati sebelumnya, sehingga kebutuhan armada dan volume pasokan ikut meningkat.

Di beberapa nagari, data distribusi bahkan sempat belum masuk atau nihil akibat keterbatasan operasional. Meski menghadapi berbagai tantangan, BPBD Agam memastikan distribusi air bersih tetap berjalan.

“Hari ini (kemarin, red), suplai air bersih kembali dijadwalkan. Langkah ini akan diteruskan sampai kebutuhan masyarakat benar-benar tercukupi,” tutup Ichwan. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#air bersih #Canduang Agam #BPBD Agam #Ampekangkek #Ichwan Pratama Danda #kekeringan