PADEK.JAWAPOS.COM-Warga Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang perempuan yang terapung di permukaan Danau Maninjau, tepat di depan Masjid Ummil Qura, Selasa (7/10) pagi.
Korban diketahui bernama Dechania Samura, 27, bekerja sebagai pegawai rumah sakit di Pekanbaru, Riau. Ia beralamat di Jalan Sarwo Edi, Sukaterus III No 27, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru.
Kapolsek Tanjungraya, AKP Muzakar, membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, korban ditemukan dalam posisi telungkup sekitar dua meter dari tepi danau.
Saat ditemukan, tubuh korban masih berpakaian lengkap mengenakan hijab, jaket, kaos kaki dan sandal, dengan kunci motor dan kacamata masih tergenggam di tangannya.
“Jasad korban pertama kali terlihat oleh warga sekitar pukul 09.00 di perairan dekat Masjid Ummil Qura Duo Sidang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau,” ujarnya, Selasa siang.
Penemuan jasad bermula ketika seorang nelayan setempat, Budiman, 64, warga Jorong Bancah, sedang menangkap ikan rinuak menggunakan perahu di sekitar lokasi. Ia melihat sosok tubuh manusia mengapung di air dalam posisi telungkup.
“Melihat itu, saksi langsung memberitahukan kepada Yuali Umar, 29, garin Masjid Ummil Qura, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar dan pihak kepolisian,” jelas Muzakar.
Mendapat laporan, petugas Polsek Tanjungraya bersama Koramil 05 Tanjungraya, perangkat nagari, dan KSB Nagari Maninjau segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Maninjau untuk proses identifikasi Tim Inafis Polres Agam dan pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Hasil sementara menunjukkan tidak ada luka fisik ataupun indikasi penganiayaan. Kami masih mendalami penyebab pasti kematian,” kata Muzakar.
Tak jauh dari lokasi, polisi menemukan sepeda motor milik korban terparkir rapi di pinggir jalan. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa korban turun ke tepian danau atas kemauannya sendiri.
Jejak Terakhir, Temui Kekasih, lalu Pergi ke Maninjau
Penyelidikan sementara juga mengungkap keterangan penting dari kekasih korban, Fadli, 26, warga Ampekangkek, Bukittinggi.
Menurutnya, Dechania sempat menemuinya di Bukittinggi pada Senin (6/10) sore. Kemudian korban berpamitan untuk menjenguk neneknya di Maninjau.
Namun, sejak meninggalkan Bukittinggi, korban tak lagi memberikan kabar. Sebelum pergi, korban sempat menitipkan tas dan ponsel.
“Korban sempat bercerita ada masalah dengan kedua orang tuanya dan berencana pulang ke Maninjau. Komunikasi terakhir sekitar pukul 17.00,” ujar Fadli sebagaimana disampaikan kepada polisi.
Keterangan itu diperkuat informasi dari Wali Jorong Ambacang, Iswandi Kali Tunaro, yang menyebut korban berasal dari Kampung Sikumbang, Jorong Ambacang, Nagari Kotomalintang, dan kedua orang tuanya kini tinggal di Pekanbaru.
Usai proses identifikasi, jenazah Dechania diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah neneknya di Kampung Sikumbang, Jorong Ambacang, Nagari Koto Malintang, untuk disemayamkan.
Sementara itu, Polsek Tanjungraya dan Tim Inafis Polres Agam masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian.
Meski hasil awal mengarah pada dugaan bunuh diri akibat tekanan psikologis, polisi menegaskan masih akan menelusuri seluruh kemungkinan. (ptr)
Editor : Novitri Selvia