Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Korban Galodo Agam Tembus 87 Jiwa, 76 Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi

Putra Susanto • Senin, 1 Desember 2025 | 14:12 WIB

PENYERAHAN JENAZAH: Petugas DVI Polda Sumbar mendata keluarga korban bencana di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sabtu (29/11).
PENYERAHAN JENAZAH: Petugas DVI Polda Sumbar mendata keluarga korban bencana di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sabtu (29/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-BENCANA hidrometeorologi basah yang menghantam seluruh kecamatan di Kabupaten Agam sejak 19 November 2025 kini menunjukkan skala kerusakan dan korban yang makin mengerikan.

Hingga pukul 12.00, Minggu (30/11), tercatat 87 warga meninggal dunia, sementara 76 lainnya masih hilang di berbagai titik bencana.

Pusat-pusat galodo dan longsor menjadi lokasi dengan korban terbanyak. Di Toboh, Malalak Timur, 10 korban telah ditemukan, namun lima orang masih dicari. Di Arika, Nagari Dalko, Tanjungraya, longsor menewaskan empat orang. 

Korban juga ditemukan di Paninggiranbawah, Nagari Nanlimo, Palupuh, atas nama M. Daud yang tertimbun longsor. Di Kuok III Koto, Matuamudiak, satu korban ditemukan meninggal dan tiga masih hilang.

Banjir bandang di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Tanjungraya, menewaskan satu warga dan menyebabkan dua orang hilang. Sementara di Jorong Labuah, Nagari Sungaibatang, satu korban meninggal dilaporkan.

Gelombang korban paling banyak tercatat di wilayah Salarehaie Timur, Palembayan, yang luluh lantak diterjang galodo dahsyat. Di Jorong Kotoalam, terdapat 27 korban meninggal, enam di antaranya belum teridentifikasi.

Di Jorong Kampungtangah, jumlah korban mencapai tujuh warga meninggal, sementara 12 lainnya masih hilang. Di Jorong Kampungtangah Timur, empat warga ditemukan meninggal dan 12 warga lainnya masih belum ditemukan.

Di Jorong Subarangaie, jumlah korban mencapai titik paling mengkhawatirkan, 17 warga meninggal dan 50 orang masih hilang.

Sementara, di wilayah Salarehaie Barat, galodo juga memakan korban. Di Jorong Ampuang dan Lubukbatu, 9 warga meninggal, dan lima di antaranya belum dapat diidentifikasi.

Lebih dari 4.000 Warga Mengungsi

Gelombang pengungsian meluas di berbagai titik aman di seluruh nagari. Total lebih dari 4.000 warga mengungsi, sementara 23 korban luka dirawat di RSUD Lubukbasung.

Bencana juga meluluhlantakkan rumah-rumah warga dan infrastruktur publik yang menyebabkan kerugian dengan skala yang luar biasa.

Dinas terkait mencatat kerusakan parah pada permukiman dan fasilitas umum: 83 rumah rusak berat, 50 rusak sedang, 704 rusak ringan.

Empat unit jembatan rusak, dan 2.801 meter jalan terputus atau tergerus. Kerusakan jaringan Pamsimas mencapai 6.780 meter. Fasilitas pendidikan sebanyak 88 sekolah terdampak (18 TK/PAUD, 55 SD, 15 SMP).

Infrastruktur pertanian juga kolaps dengan 11 unit irigasi rusak, 596,79 ha lahan pertanian terdampak, serta 2.156 ekor ternak mati. Sektor perikanan sebanyak 5.492.650 bibit ikan mati, 13,75 hektare kolam di Tanjungraya mengalami kerusakan.

Kemudian Di Tiku Selatan, bencana merusak 40 alat tangkap, dua mesin tempel, dan menghanyutkan satu perahu nelayan. Badan penanggulangan mencatat total kerugian sementara sebesar Rp 56.250.663.000, dan angka ini diperkirakan terus bertambah seiring pendataan lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Agam membuka rekening resmi bantuan bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi melalui Bank Nagari nomor 1600.0207.12345-6 atas nama Bencana Hidrometeorologi Kab. Agam.

“Data masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui setiap perkembangan baru,” kata Kadis Kominfo Agam, Roza Syafdefianti.

Evakuasi Digenjot, Bantuan Mengalir Deras

Penanganan bencana di Agam saat ini memasuki fase paling krusial. Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni turun langsung ke Salarehaia, Minggu (30/11), memastikan seluruh proses evakuasi dan tanggap darurat berjalan cepat dan terkoordinasi.

Ia datang bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan diterima Sekkab Agam Mhd Lutfi AR. Sejak kemarin pagi, rombongan meninjau titik-titik terparah banjir bandang dan menyambangi ratusan pengungsi di SDN 05 Kayupasak.

Di sana, Menteri berdialog dengan warga yang masih trauma. “Baru saja kami mengevakuasi dua jenazah. Hari ini fokus utama kita adalah tanggap darurat,” ujarnya.

Raja Juli menyebut pemerintah pusat, TNI–Polri, hingga para psikolog diterjunkan memperkuat penanganan dan pemulihan mental warga.

Baca Juga: Dharmasraya Raih Predikat Kabupaten Sehat Kategori Wiwerda 2025

Kekinian lima psikolog dari Riau telah tiba, dan tambahan 34 lainnya segera menyusul. “Ini duka kita bersama,” ucapnya. 

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan pengerahan bantuan personel adalah instruksi langsung Kapolri.

“Kami sudah mengirim 390 personel, termasuk Brimob dan Samapta, serta dua ekskavator yang kini bekerja di lokasi,” jelasnya. Mabes Polri juga mendirikan posko identifikasi dan command center.

Sisir Lokasi Rusak Berat

Sabtu (29/11), Bupati Benni Warlis bersama BNPB meninjau kawasan terdampak paling parah di Salarehaia Timur. Tim Dukcapil melakukan pencatatan korban di Masjid Nurul Hikmah, sementara korban luka berat diterbangkan dengan helikopter Basarnas ke RSUD Lubukbasung.

Di Subarangaia, tokoh masyarakat Datuak Bandaro Batuah melaporkan sekitar 200 KK masih terisolir akibat jembatan terputus. Seratus rumah dinyatakan rusak berat dan pendataan korban jiwa masih berlangsung.

“Kita selesaikan keselamatan warga dulu. Soal jalan dan infrastruktur akan menyusul. Air bersih segera kita koordinasikan dengan PDAM,” tegas Bupati.

BNPB, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan berbagai instansi menjalankan operasi terpadu untuk mempercepat pemulihan. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Irjen Herry Heryawan #SDN 05 Kayupasak #Tanjungraya Agam #Nagari Maninjau #Benni Warlis #banjir #hidrometeorologi basah #rsud lubukbasung #Roza Syafdefianti