Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hari ke-11 Pascabencana, Warga Balai Belo Masih Pulihkan Kerusakan Akibat Longsor dan Galodo Maninjau

Hendra Efison • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:21 WIB

Posko tanggap darurat dan dapur umum Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak yang beroperasi sejak 26 November 2025 diprakarsai warga. (Foto: Zetrizal for Padeks)
Posko tanggap darurat dan dapur umum Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak yang beroperasi sejak 26 November 2025 diprakarsai warga. (Foto: Zetrizal for Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Memasuki hari ke-11 pascabencana longsor dan galodo di Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, warga masih melakukan pembersihan dan pemulihan rumah serta fasilitas yang rusak.

Longsor dipicu hujan lebat sejak 21 November 2025 dan pertama kali terjadi pada Senin, 24 November 2025 pukul 16.10 WIB di aliran Sungai Banda Guntuang.

Pada hari yang sama pukul 20.00 WIB, longsor susulan dengan intensitas lebih besar kembali terjadi dan merusak 20 rumah di sepanjang aliran Banda Guntuang hingga Sungai Tabo.

Longsor kembali berulang pada 25 November dan mencapai puncaknya pada Kamis malam, 27 November 2025.

Dampak yang ditimbulkan meliputi kerusakan lahan pertanian dan perikanan seluas 50–60 hektare, dua hektare kolam ikan, serta lima hektare palawija.

Sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan berat. Intake air bersih Pamsimas hancur dan aliran air bersih terputus total.

Bendungan irigasi hilang tersapu material, empat sungai dan empat jembatan tertimbun, serta sekitar 650–700 meter jalan kabupaten tidak bisa dilalui kendaraan.

Total 36 KK atau 96 jiwa sempat dievakuasi ke lokasi aman, termasuk ke Kantor Wali Nagari Koto Kaciak.

Posko tanggap darurat dan dapur umum mulai beroperasi sejak 26 November 2025 diprakarsai warga, dibantu dukungan perantau melalui IKBM.

Cuaca mulai membaik sejak 27 November pagi, dan warga langsung memulai gotong royong untuk membersihkan rumah, mencari sumber air alternatif, dan membuka jalur yang tertutup material longsor.

Hingga Selasa, 2 Desember 2025, posko dan dapur umum masih beroperasi, sementara sebagian pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Alat berat sudah dikerahkan untuk menormalisasi aliran sungai dan membuka akses jalan.

Baca Juga: PT Semen Padang Gelar Trauma Healing untuk Anak Terdampak Banjir Bandang di Agam

Sementara itu, bantuan dari berbagai pihak telah disalurkan, antara lain berupa dana dapur umum sebesar Rp45 juta dari perantau Balai Belo, paket sembako dari Dinas Sosial, Ormas Salimah, Baznas Agam, serta bantuan beras dan kebutuhan pokok dari pihak kecamatan dan alumni SMA Maninjau.

Ketua IKBM, Ir. Elvi Roza Dt. Batuah, MT, IPU, CSE, berharap Pemkab Agam dapat mempercepat penanganan pascabencana.

Ia menekankan perlunya pembangunan kembali saluran irigasi Limau Puruik, perbaikan intake air bersih, peningkatan jalan dan jembatan yang rusak, serta normalisasi tiga aliran sungai utama; Banda Guntuang, Banda Sitabo, dan Banda Kasai.(*)

Editor : Hendra Efison
#Balai Belo Agam #galodo Tanjung Raya #Pemulihan Pascabencana #longsor maninjau