Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ribuan Warga Agam Masih Terisolasi Pascabencana, Akses Menuju Lokasi Mulai Dibuka

Putra Susanto • Rabu, 10 Desember 2025 | 12:06 WIB

LULUH LANTAK: Penampakan meterial bencana galodo yang menghantam wilayah Salarehaie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, baru-baru ini.
LULUH LANTAK: Penampakan meterial bencana galodo yang menghantam wilayah Salarehaie, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, baru-baru ini.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sebelas hari pascabencana banjir bandang dan longsor, sebanyak 2.828 jiwa di Kabupaten Agam masih terputus total dari dunia luar.

Data terbaru Pemkab Agam per 8 Desember 2025 pukul 20.00 mencatat, kondisi terisolasi itu tersebar di lima kecamatan, Palupuh, Malalak, Matur, Palembayan dan Tanjungraya.

Fokus utama penanganan kini diarahkan pada pembukaan akses yang lumpuh serta distribusi logistik ke titik-titik yang terputus.

Di Kecamatan Palupuh, Nagari Pagadih masih paling parah, dengan empat jorong—Pagadihmudiak, Pagadihhilia, Tigokampung, dan Baniokaririk—yang dihuni 129 KK atau 373 jiwa belum bisa ditembus kendaraan.

Alat berat terus dikerahkan, namun material longsor yang menimbun badan jalan masih sangat tebal. Di Nagari Nantujuah, Jorong Airkijang (28 KK/51 jiwa) baru dapat diakses dengan berjalan kaki.

Di Matur, sebanyak 115 jiwa di Jorong Pabatungan, Nagari Lawang, masih menunggu jalur darat kembali hidup. Kondisi serupa terjadi di Palembayan, di mana Jorong Lambeh di Nagari Ampekkoto Palembayan masih terisolasi (100 KK/500 jiwa). 

Kecuali Jorong Lambeh, wilayah lainnya di nagari itu sudah mulai bisa dilewati roda dua dan empat melalui Simpang Patai, disusul sejumlah nagari lain seperti Sipinang, Tigokoto Silungkang, Sungaipuar dan Baringin.

Dari Tanjungraya, masyarakat salingka Danau Maninjau di Nagari Paninjauan, Sungaibatang, hingga Nagari Maninjau dilaporkan masih menghadapi hambatan berat. Ribuan warga di kawasan ini belum pulih dari putusnya jalur akibat longsor dan amblasnya badan jalan.

Namun sejumlah kemajuan mulai tampak. Di Malalak, jalur menuju Campago, Sigiran, Kotoandaleh (Malalak Utara), Limobadak hingga Subarang Pakan Usang (Malalak Timur), sampai Siniair (Malalak Selatan) sudah bisa dilalui kendaraan roda dua.

Hal ini membuat bantuan medis dan logistik dapat menjangkau lebih banyak titik, termasuk Jorong Databaringin dan Datamunti.

Pemulihan akses yang rusak berat menjadi pekerjaan maraton tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan. Sejumlah titik jalan harus dibuka ulang karena terputus total akibat tebing amblas dan material longsor menimbun jalur hingga puluhan meter.

Pemerintah daerah menegaskan, percepatan pengerjaan akses adalah kunci untuk menyelamatkan ribuan warga yang masih terkurung bencana.

18.297 Jiwa Terdampak

Selain ribuan jiwa yang masih terisolir, bencana di Agam secara keseluruhan berdampak pada 18.297 jiwa di seluruh kecamatan. Sebanyak 186 warga meninggal dunia dan 72 lainnya masih hilang.

Kerusakan infrastruktur juga sangat masif, meliputi 1.378 rumah rusak, 26 jembatan putus, 37 titik jalan rusak, 108 sekolah terdampak, serta 1.754 hektare sawah dan ladang hancur. Ribuan ternak milik warga hilang terseret banjir dan longsoran.

Kepala Dinas Kominfo Agam Roza Syafdefianti mengatakan, skala kerusakan kali ini belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan membuat sejumlah wilayah lumpuh total.

“Banyak nagari terputus. Akses ke beberapa lokasi hanya bisa ditempuh dengan perahu, motor trail, atau berjalan kaki. Ini menjadi tantangan besar bagi evakuasi dan distribusi bantuan,” ujarnya, kemarin.

Hingga kemarin, 5.242 warga mengungsi di 44 titik yang tersebar di Tanjungraya, Palembayan, Ampekkoto, Palupuh, Matur, dan daerah lainnya.

“Kami terus mendorong pembukaan akses prioritas. Setiap jembatan rusak maupun jalan terban langsung dipetakan untuk dibuka secara darurat agar bantuan bisa masuk lebih cepat,” kata Roza.

Pemerintah Kabupaten Agam melaporkan kebutuhan mendesak berupa tambahan alat berat, logistik makanan, obat-obatan, perlengkapan bayi dan perempuan, tenda, selimut, kasur pengungsi, hingga dukungan psikososial.

Pencarian korban terus berlangsung di Malalak, Palembayan, Dalko, Maninjau, dan sejumlah lokasi lain.

“Sebanyak 72 warga belum ditemukan, dan pencarian tidak akan dihentikan. Semua kekuatan dikerahkan: TNI, Polri, Basarnas, BPBD, hingga relawan,” tegasnya.

Roza menambahkan, pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan pemerintah pusat.

Baca Juga: Indra Sjafri Fokus Menang Lawan Myanmar, Nasib Timnas U-22 Ditentukan Vietnam

“Pemkab Agam tidak bekerja sendiri. Pemprov Sumbar dan BNPB sudah menurunkan bantuan besar. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan Agam,” tutupnya.

Kelok 44 kembali Dibuka

Sementara itu, Jalur Kelok 44 yang menghubungkan Lubukbasung dengan Bukittinggi kembali bisa dilewati kendaraan, Selasa (9/12). Sebelumnya ditutup sementara akibat pembersihan material longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik.

Kapolsek Tanjungraya AKP Muzakar memastikan arus kendaraan sudah kembali lancar sejak pagi. “Jalan Kelok 44 sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Lalu lintas kembali normal,” ujarnya. 

Meski demikian, polisi meminta pengendara tetap meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah ruas masih licin dan rawan amblas, terutama di Kelok 43 dan Kelok 10 yang mengalami terban hingga separuh badan jalan.

Sementara sisa material longsor masih terlihat di Kelok 7, Kelok 8, hingga Kelok 44. Pihaknya juga menyarankan kendaraan bermuatan berat untuk tidak melewati jalur tersebut.

Struktur jalan yang melemah dikhawatirkan tidak mampu menahan beban, sehingga potensi amblas susulan tetap ada. Truk dan kendaraan besar diarahkan menggunakan jalur alternatif Malampah di Kabupaten Pasaman atau melalui Sitinjau Lauik, Padang.

Dengan kembali dibukanya akses Kelok 44, distribusi bantuan logistik dan kebutuhan darurat bagi wilayah terdampak banjir bandang di Kecamatan Tanjungraya kini kembali berjalan lancar. Petugas gabungan masih disiagakan di sejumlah titik untuk memantau kondisi jalan dan melakukan pembersihan lanjutan. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Ampekkoto Palembayan #Palupuh Agam #AKP Muzakar #Dinas Kominfo Agam #Polsek Tanjungraya #pemkab agam #Roza Syafdefianti