Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Agam Percepat Pembukaan Jalan: 13 Ekskavator Dikerahkan ke Palembayan

Putra Susanto • Jumat, 12 Desember 2025 | 11:32 WIB

KEBUT PENANGANAN: Pemkab Agam mengerahkan puluhan alat berat untuk penanganan bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah terdampak. Terbanyak dikerahkan ke wilayah Salarehaie yang disapu galodo.
KEBUT PENANGANAN: Pemkab Agam mengerahkan puluhan alat berat untuk penanganan bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah terdampak. Terbanyak dikerahkan ke wilayah Salarehaie yang disapu galodo.

PADEK.JAWAPOS.COM-PEMERINTAH Kabupaten Agam terus menggenjot pembukaan akses jalan di sejumlah titik yang masih terisolir akibat rangkaian banjir bandang dan longsor sejak 19 November 2025.

Hingga Kamis (11/12), empat lokasi prioritas masih terkepung material longsor, yakni Tulang Gajah (Palembayan), Pagadih (Palupuh), Pabatungan (Matur), dan Bancah (Malalak).

Kepala Dinas PUTR Agam, Ofrizon, mengatakan pihaknya mengerahkan alat berat secara bertahap sesuai tingkat urgensi dan kondisi lapangan.

“Di Tulanggajah kami turunkan dua alat berat. Untuk Pagadih sudah tiga unit bekerja dan dua lagi segera menyusul.

Target tiga hari ke depan jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya. Sementara itu, Pabatungan dan Bancah masih menunggu pergeseran alat berat dari titik lain yang penanganannya hampir rampung.

Selain membuka badan jalan, Pemkab Agam bersama TNI–Polri dan masyarakat membangun tiga jembatan darurat di wilayah banjir bandang Palembayan.

Jembatan itu menggunakan batang kelapa sebagai struktur sementara agar akses logistik dapat kembali berjalan.

Di wilayah lain, jembatan darurat turut dibangun pada jalur Maninjau–Sungai Batang, serta masing-masing satu jembatan perbaikan di Kecamatan Matur dan Malalak.

“Dengan jembatan darurat ini, distribusi logistik sudah lebih lancar dan daerah yang sebelumnya terisolir mulai dapat diakses kembali,” kata Ofrizon.

Dalam laporan Mapping Bantuan Alat Berat yang dirilis per 10 Desember 2025, Pemkab Agam mengerahkan kekuatan penuh untuk mempercepat pembukaan akses di wilayah terdampak.

Kecamatan Palembayan menjadi daerah dengan dukungan alat berat terbesar. Total 13 ekskavator besar, 6 ekskavator mini, dan 29 dump truk dipusatkan di kawasan ini, mengingat tingginya volume material longsor dan banyaknya titik yang masih sulit dijangkau.

Kecamatan Tanjungraya, salah satu wilayah dengan kerusakan paling parah, mendapatkan 9 ekskavator besar, 2 ekskavator mini, serta 3 dump truk.

Alat berat difokuskan pada area di sekitar Danau Maninjau, termasuk titik longsor yang menutup akses jalan utama.

Di Kecamatan Malalak, pemerintah juga menempatkan 5 ekskavator besar, 5 ekskavator mini, dan 1 dump truk untuk mempercepat pembukaan jalur di Bancah dan titik lain yang mengalami putus total akibat longsor.

Beberapa kecamatan lain turut mendapatkan dukungan sesuai skala kebutuhan. Ampekangkek dan Kamangmagek masing-masing menerima 1 unit ekskavator mini untuk membersihkan material yang menimbun sejumlah ruas jalan nagari.

Palupuh mendapat 2 ekskavator dan 1 dozer, terutama untuk penanganan di Pagadih yang hingga kini masih terisolir sebagian.

Di Lubukbasung, satu unit ekskavator mini disiagakan untuk penanganan longsor susulan serta mendukung mobilisasi peralatan ke kecamatan lain.

Sementara itu, Tanjungmutiara menerima 2 ekskavator mini yang difungsikan untuk pembersihan akses dan penanganan sedimentasi di sekitar wilayah pesisir.

Ofrizon menegaskan, distribusi alat berat bersifat dinamis mengikuti kebutuhan harian di lapangan. “Kami memprioritaskan wilayah dengan akses terputus total dan tumpukan material longsor besar. Setiap hari dilakukan evaluasi kebutuhan alat,” katanya. (ptr)

Editor : Novitri Selvia
#Ofrizon #Matur #banjir #Palembayan Agam #Galodo Agam #Dinas PUTR Agam #pemkab agam