Keenam jenazah sebelumnya ditangani tim medis dan forensik RSUD Lubuk Basung dan disimpan dalam lemari pendingin bantuan Polda Riau selama proses identifikasi.
Prosesi pemakaman dipimpin Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang juga menjadi imam salat jenazah.
Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa proses identifikasi korban terus menunjukkan perkembangan.
“Dari 16 korban, empat sudah diambil keluarga usai teridentifikasi. Hari ini enam jenazah dimakamkan. Sisanya masih menunggu kecocokan data pembanding dari pihak keluarga,” kata Gatot.
Untuk memastikan akurasi, tim forensik RSUD Lubuk Basung telah mengambil seluruh sampel DNA jenazah dan mencocokkannya dengan data keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya.
Pemerintah Kabupaten Agam menyatakan daerah telah memasuki masa transisi pemulihan sejak 6 Januari 2026, menggantikan masa tanggap darurat pascabencana.
Bupati Agam Benni Warlis menegaskan pemakaman enam jenazah tersebut menjadi bagian dari tahapan akhir penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Agam.
“Sejak 6 Januari kita memasuki masa transisi pemulihan. Pemakaman dilakukan setelah seluruh proses identifikasi selesai di RSUD Lubuk Basung,” ujar Benni.
Ia memastikan tidak ada jenazah tanpa identitas dan pemerintah daerah tetap membuka kesempatan bagi keluarga korban yang belum menyelesaikan administrasi.
Benni juga menyampaikan apresiasi kepada DVI Mabes Polri, Polda Sumbar, TNI–Polri, tenaga kesehatan, dan relawan yang terlibat sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung pada akhir November 2025 di Kabupaten Agam menyebabkan 165 orang meninggal dunia, dengan Kecamatan Palembayan menjadi lokasi terdampak paling parah. (CR1)
Editor : Hendra Efison