Tim diketuai dr Wahyudi SpPD KKV diberangkatkan dari Fakultas Kedokteran Unand di Jati menuju dua lokasi utama, Matur dan Maninjau.
Penempatan personel dibagi sesuai kebutuhan lapangan, dengan sembilan orang bertugas di Maninjau dan 13 orang di Matur. Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga farmasi, gizi, kesehatan masyarakat, dan psikolog.
Pada 17 Desember 2025, tim Maninjau memulai kegiatan di Jorong Nagari dengan membuka layanan kesehatan mobile di posko setempat. Sebanyak 36 warga mendapatkan pelayanan medis.
Dari hasil pemeriksaan, mayoritas pasien merupakan kelompok lansia dengan penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes melitus, yang kerap disertai keluhan muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah dan osteoartritis. Beberapa warga juga ditemukan memiliki tekanan darah dan kadar gula darah yang cukup tinggi.
Sementara itu, tim psikologi menggelar kegiatan trauma healing bagi 65 anak. Pemulihan dilakukan melalui aktivitas bermain dan interaksi kelompok. Anak-anak juga menerima bantuan berupa makanan, alat tulis, serta mainan yang diserahkan melalui bidan posyandu setempat.
Di lokasi yang sama, tim Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memberikan penyuluhan kepada sekitar 25 warga dewasa. Sebanyak 50 hygiene kit turut dibagikan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit pascabencana. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Puskesmas Maninjau sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Pelayanan berlanjut pada 18 Desember 2025. Tim Tanggap Bencana Unand Agam menjangkau tiga lokasi sekaligus, yakni Jorong Ujuang Labuah (Posko Ujung), Jorong Kubu Gadang, dan Jorong Bancah.
Di Jorong Ujuang Labuah, tim medis melayani 28 pasien, sementara di Jorong Kubu Gadang tercatat delapan pasien. Dari distribusi usia, kelompok dewasa (19–59 tahun) menjadi yang terbanyak, disusul lansia. Hampir di seluruh kelompok usia, jumlah pasien perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Penyakit yang paling banyak ditemukan masih didominasi hipertensi, disusul penyakit arteri perifer. Untuk penyakit infeksi, konjungtivitis menjadi kasus yang paling sering dijumpai, sementara gangguan saluran cerna dan penyakit lainnya ditemukan dalam jumlah lebih kecil.
Selain layanan medis, tim trauma healing kembali fokus pada anak-anak. Sebanyak 14 anak mengikuti kegiatan pemulihan psikologis di Jorong Ujuang Labuah, sementara 12 anak lainnya mengikuti kegiatan serupa di Jorong Bancah. Tim juga menyerahkan trauma healing kit dan mainan kepada bidan posyandu desa untuk mendukung pendampingan lanjutan.
Tim kesehatan masyarakat dan gizi turut menggelar edukasi PHBS dan gizi seimbang. Di Posko Ujuang Labuah, edukasi diikuti 13 orang dewasa dan lima lansia, sementara di Jorong Bancah diikuti sembilan warga dewasa.
Edukasi ini menekankan pentingnya kebersihan, pola makan sehat, dan pencegahan penyakit di tengah kondisi pascabencana.
Penguatan Koordinasi Tim
Pada 19 Desember 2025, kegiatan difokuskan pada rapat koordinasi internal tim. Agenda meliputi evaluasi lapangan, penyusunan laporan sementara, serta koordinasi dengan tim kedua untuk pelaksanaan kegiatan lanjutan pada 19–20 Desember 2025.
Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan layanan medis, edukasi kesehatan, dan pemulihan psikologis, Tim Tanggap Bencana Unand Agam berupaya memastikan warga terdampak tidak hanya tertangani secara fisik, tetapi juga mendapat dukungan mental dan sosial yang berkelanjutan. (rdo)
Editor : Adetio Purtama