Pernyataan itu disampaikan Tito saat meresmikan 117 unit hunian sementara (Huntara) di Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1/2026).
Tito menjelaskan bantuan perabotan disalurkan melalui Kementerian Sosial setelah data korban diverifikasi dan divalidasi oleh pemerintah daerah.
“Kalau data sudah valid, bantuan segera dibayarkan. Kuncinya data,” ujar Tito.
Selain bantuan perabotan, pemerintah juga menyiapkan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga serta bantuan jaminan hidup berupa uang lauk pauk Rp15 ribu per orang per hari.
Penyaluran bantuan tersebut berada dalam diskresi bupati dan wali kota sesuai kondisi di daerah masing-masing.
Mendagri menegaskan kecepatan penyaluran bantuan sangat bergantung pada kesiapan dan kelengkapan data korban dari pemerintah daerah.
“Ini butuh kecepatan. Kami menunggu data dari daerah,” tegasnya.
Tito juga menyebut pemerintah pusat akan melakukan evaluasi terhadap kepala daerah yang dinilai lamban menyampaikan data korban bencana.
Dengan berbagai skema bantuan tersebut, pemerintah berharap pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat.(cr1)
Editor : Hendra Efison