Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU memastikan pemerintah pusat menyiapkan pembangunan jembatan permanen serta menuntaskan pemasangan jembatan sementara guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan arus logistik.
“Selain jembatan sementara armco dan bailey, kami juga menyiapkan desain pembangunan jembatan permanen,” ujar Dody di lokasi peninjauan.
Dody menjelaskan, penyusunan desain jembatan permanen menjadi tahapan krusial mengingat kondisi geografis Jalan Malalak yang curam dan terjal serta melintasi kawasan hutan lindung dan konservasi, sehingga membutuhkan penyesuaian desain dan perizinan lintas kementerian.
Selain jembatan, Kementerian PU juga mengkaji pembangunan sabo dam untuk menahan aliran air dari kawasan pegunungan yang bermuara ke Km 74, lokasi yang sempat terputus akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Kajian tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi guna mengurangi risiko banjir bandang di masa mendatang.
Untuk penanganan menyeluruh ruas Jalan Malalak, Kementerian PU menyiapkan anggaran sebesar Rp667 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2026–2027.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, yang turut mendampingi Menteri PU, menyambut baik komitmen pemerintah pusat dalam pemulihan infrastruktur strategis di Sumbar.
“Jalan Malalak ini sangat vital bagi konektivitas wilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap penanganan dilakukan cepat serta berorientasi pada keamanan dan mitigasi bencana ke depan,” kata Mahyeldi.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Andre Rosiade, Bupati Agam Benny Warlis, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, bersama jajaran terkait lainnya.(*)
Editor : Hendra Efison