PADEK.JAWAPOS.COM-Akses jalan provinsi ruas Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam memang sudah kembali tersambung pascalongsor, namun masyarakat umum diminta belum melintasi jalur tersebut.
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menegaskan jalan itu masih berstatus terbatas dan hanya diperbolehkan bagi warga lokal dengan kendaraan roda dua.
Pelaksana Lapangan HKI Subiantoro mengatakan, kondisi jalan secara teknis sudah bisa dilalui, tetapi belum aman untuk dibuka sepenuhnya karena pekerjaan penanganan masih berlangsung di sejumlah titik rawan.
“Secara keseluruhan jalan sudah bisa dilintasi, tapi bukan untuk umum dulu,” ujarnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, kebijakan pembukaan terbatas diberikan khusus bagi masyarakat Malalak dan Balingka yang membutuhkan akses harian dengan pertimbangan jarak tempuh. Namun, kendaraan yang diizinkan hanya sepeda motor.
Akses pun tidak dibuka sepanjang hari. Pengguna jalan hanya diperbolehkan melintas saat aktivitas alat berat dihentikan, yakni pukul 12.00–13.00 serta setelah pukul 17.00 hingga sebelum pukul 08.00.
“Di luar itu tidak direkomendasikan karena pekerjaan masih berjalan,” tegasnya.
Sebelumnya, jalur provinsi tersebut lumpuh total setelah longsor besar akibat bencana hidrometeorologi menimbun badan jalan sepanjang sekitar 200–300 meter di kawasan Jorong Limobadak, Malalak Timur.
Putusnya akses di kilometer 82+600 ini membuat mobilitas warga terhenti dan distribusi logistik sempat terganggu.
Camat Malalak, Ulya Satar, menyebut pembukaan terbatas menjadi solusi sementara agar aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terisolasi, tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
“Aktivitas masyarakat harus tetap berjalan, tapi keselamatan tetap prioritas. Karena itu diberlakukan sistem buka-tutup,” katanya.
Petugas saat ini masih melakukan pembersihan material longsor serta penguatan badan jalan untuk mengantisipasi longsor susulan, terutama di tengah cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Pengguna jalan juga diingatkan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jalur tanjakan Malalak menuju Balingka yang masih tergolong rawan.
Jalur Malalak–Bukittinggi sendiri merupakan akses alternatif namun strategis. Penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan hingga layanan masyarakat.
Meski sudah kembali tersambung, pemerintah menegaskan status jalan masih darurat dan pembukaan penuh baru akan dilakukan setelah kondisi benar-benar rampung.
Misi Kemanusiaan Tuntas
Terpisah, tugas kemanusiaan Satgas Zeni BKO Gulbencal Sumbar di Kabupaten Agam resmi berakhir. Pemerintah Kabupaten Agam melepas kepulangan para prajurit melalui upacara di Lapangan Makodim 0304/Agam, Selasa (24/2).
Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan apresiasi tinggi atas pengabdian personel TNI yang selama ini terlibat langsung dalam percepatan penanganan dampak bencana di berbagai wilayah Sumatera Barat, khususnya Agam.
Menurutnya, kehadiran Satgas Zeni bukan sekadar membantu pekerjaan teknis, tetapi menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat saat kondisi sulit.
“Pengabdian yang dilakukan bukan hanya membangun infrastruktur, tapi membangun harapan masyarakat untuk kembali bangkit,” ujar Benni Warlis.
Selama masa penugasan, Satgas Zeni BKO Gulbencal terlibat dalam sejumlah pekerjaan strategis.
Mulai dari pembangunan jembatan bailey, pemasangan jembatan armco, pembangunan jembatan perintis garuda, hingga pembersihan material longsor dan puing bencana yang sempat memutus akses transportasi warga.
Tak hanya membuka keterisolasian wilayah, personel juga memperbaiki fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, serta sarana vital masyarakat agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal.
Dia menilai, kerja cepat dan terukur para prajurit memberi dampak langsung terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Agam.
Akses transportasi yang sebelumnya lumpuh kini kembali terbuka, distribusi logistik lancar, dan mobilitas masyarakat berangsur pulih. (ptr)
Editor : Novitri Selvia