Dari hasil pemantauan di 38 pasar rakyat, sebagian besar komoditas tidak mengalami kenaikan maupun penurunan harga yang signifikan.
Kenaikan hanya tercatat pada komoditas beras yang mengalami peningkatan secara bertahap, namun dinilai masih dalam batas wajar dan belum berdampak besar terhadap daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut disampaikan Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam berdasarkan pemantauan rutin yang dilakukan selama Ramadan.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Donfri, menyatakan hasil pemantauan di seluruh pasar rakyat menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif normal tanpa lonjakan berarti.
“Dari pemantauan di 38 pasar rakyat di Kabupaten Agam, harga kebutuhan pokok relatif normal. Tidak ada lonjakan yang berarti. Hanya beras yang mengalami kenaikan,” ujarnya, Sabtu (28/02/2026).
Ia menjelaskan stabilnya harga tidak terlepas dari kondisi daya beli masyarakat yang masih terbatas sehingga pedagang memilih mempertahankan harga agar barang tetap terjual.
Pedagang disebut lebih memilih mengambil keuntungan dalam jumlah kecil dibandingkan menaikkan harga yang berpotensi menurunkan jumlah pembeli.
“Sekarang daya beli masyarakat terbilang kurang, sehingga pedagang tidak bisa menaikkan harga. Biar sedikit untung asalkan barang terjual,” kata Donfri.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus melakukan pemantauan harga secara berkala melalui petugas lapangan yang rutin mengumpulkan data harga berbagai komoditas kebutuhan pokok di pasar rakyat.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga selama Ramadan.
Selain pemantauan, Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam juga menyiapkan pasar murah di sejumlah pasar rakyat dalam waktu dekat.
Baca Juga: Panel SMM Termurah di Indonesia 2026: Rekomendasi topupboy.com
Program ini ditujukan membantu masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, agar memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan pasar murah di beberapa pasar rakyat. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Donfri.
Sementara itu, pedagang beras di Pasar Padang Baru Lubuk Basung, Jumiati, mengatakan penjualan selama Ramadan belum mengalami peningkatan yang berarti dibandingkan hari biasa sebelum Ramadan.
Menurutnya, jumlah pembeli masih relatif sama dan sebagian besar berbelanja secukupnya sesuai kebutuhan harian.
Ia menyebut harga beras merek IR 42 saat ini Rp17 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp16 ribu per kilogram, merek Benang Pulau juga Rp17 ribu per kilogram.
Sedangkan beras lokal batang Pasaman mencapai Rp15 ribu per kilogram. “Pembeli masih biasa saja, belum terlalu ramai. Orang sekarang belanja secukupnya saja,” ujarnya.(*)
Editor : Hendra Efison