Bupati Agam Senang TKD Tambahan Percepat Pembangunan Jembatan di Wilayahnya

Tandri Eka Putra • Dipublikasikan Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:38 WIB
Jembatan Tumayo. Progres fisik pengerjaan Jembatan Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Jembatan ini dibangun kembali secara permanen untuk memulihkan akses utama warga selingkar Danau Maninjau yang sempat terputus akibat hantaman banjir bandang (galodo) pada akhir 2025. (DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)
Jembatan Tumayo. Progres fisik pengerjaan Jembatan Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Jembatan ini dibangun kembali secara permanen untuk memulihkan akses utama warga selingkar Danau Maninjau yang sempat terputus akibat hantaman banjir bandang (galodo) pada akhir 2025. (DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Agam membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam pembangunan kembali Jembatan Batang Tumayo dan Jembatan Balok di Kecamatan Tanjung Raya.

Bupati Agam Benny Warlis menyebut dukungan pemerintah pusat melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Keterbatasan anggaran kabupaten sebelumnya menjadi kendala dalam membangun kembali jembatan permanen. Karena itu, dukungan anggaran melalui TKD Tambahan dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat.

“Jembatan ini bukan hanya soal bisa dilewati, tapi ini soal bagaimana hasil kebun warga, hasil pertanian, dan denyut UMKM kita bisa kembali berputar,” kata Benny.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus menjawab kebutuhan masyarakat. Jembatan yang kembali berfungsi akan memulihkan mobilitas warga sekaligus membuka akses terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Benny juga menekankan pentingnya desain infrastruktur yang mempertimbangkan risiko bencana. Pengalaman kerusakan jembatan akibat galodo sebelumnya harus menjadi pelajaran agar pembangunan tidak sekadar mengembalikan kondisi fisik, tetapi juga meningkatkan ketahanan konstruksi. 

“Kita belajar dari bencana 2024 lalu, jembatan lama hancur karena pilar di tengah sungai menahan material kayu dan batu. Untuk pembangunan ke depan, kami minta desain yang berbasis mitigasi bencana,” ujarnya.

Dia meminta pembangunan jembatan memperhatikan kondisi alur sungai, ruang bebas, dan kekuatan struktur. Pemerintah daerah juga mendorong kontraktor memaksimalkan waktu pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan dapat selesai sesuai target.

Salah satu pekerjaan yang sedang berjalan adalah pembangunan Jembatan Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang dan Jembatan Balok di Nagari Maninjau. Kedua jembatan tersebut masuk dalam Paket I pada program pembangunan jembatan Kabupaten Agam tahun anggaran 2026.

 

Paket pekerjaan itu memiliki nilai kontrak Rp4,68 miliar dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung sejak 27 Juli hingga target penyelesaian 27 November 2026. Pelaksana pekerjaan adalah CV Hadistira Jaya Kencana.

Hingga 29 Oktober 2026, progres fisik pekerjaan dilaporkan mencapai 70 persen. Pekerjaan berlangsung pada tahap perakitan rangka baja, setelah penyelesaian abutmen dan pekerjaan oprit.

 Satgas PRR Perkuat Pengawasan dan Evaluasi

Percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana juga menjadi bagian dari agenda pengawasan dan evaluasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Sumatera. Satgas memastikan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang memperoleh dukungan anggaran menjalankan program rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai rencana.

Kepala Satgas PRR Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pengawasan dilakukan secara berkala. Pimpinan kementerian/lembaga yang menerima anggaran juga diminta menyampaikan perkembangan pelaksanaan pekerjaan kepada media dan kepala daerah.

“Inilah yang kami lakukan pengawasan, mengevaluasi. Kami lakukan selain setiap minggu, kami meminta seluruh pimpinan kementerian/lembaga yang sudah menerima anggaran itu menyampaikan kepada media dan kepada seluruh kepala daerah seperti dalam kegiatan saat ini,” kata Tito dalam keterangan pada 28 Oktober 2026.

Pengawasan dan evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan, sekaligus mendorong koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam pelaksanaannya, pembangunan infrastruktur tetap dilakukan oleh instansi pemerintah dan pelaksana proyek sesuai kewenangannya.

Konstruksi Jembatan Mempertimbangkan Risiko Galodo

Kontraktor pelaksana, Wahyuda Saputra, menjelaskan pembangunan kedua jembatan menggunakan konstruksi tanpa pilar di tengah sungai. Desain tersebut diharapkan mengurangi risiko material kayu dan batu yang terbawa arus tertahan pada bagian penyangga jembatan.

Jembatan Batang Tumayo memiliki bentang 20 meter dengan lebar jalan enam meter dan trotoar masing-masing setengah meter. Sementara Jembatan Balok memiliki bentang 10 meter dengan lebar jalan enam meter.

Wali Nagari Sungai Batang Ahsin Datuak Bandaro Kayo mengatakan, Jembatan Tumayo merupakan akses penting bagi masyarakat. Jembatan lama hanyut diterjang galodo pada 27 November 2025.

Keterputusan akses sempat membuat warga membangun jembatan darurat dari batang kelapa. Setelah itu, TNI dan Polri juga membangun jembatan sementara. Namun, banjir yang berulang membuat pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan mendesak.

Jembatan tersebut menghubungkan kawasan yang melayani tujuh jorong dengan lebih dari 4.500 penduduk. Akses itu juga penting bagi aktivitas pertanian, pendidikan, dan perekonomian masyarakat di sekitar Danau Maninjau.

Pemulihan infrastruktur tersebut diharapkan mengembalikan konektivitas dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat pascabencana. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan jembatan dapat selesai sesuai jadwal sehingga akses warga kembali normal dan lebih aman menghadapi risiko bencana.. (Tim Media Satgas PRR)

Editor : Tandri Eka Putra
SumateraPulihbersamaSatgasPRR PemulihanInfrastruktur RehabilitasiRekonstruksi agam