Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sudah Dominan, Kalah di Efektivitas

Adetio Purtama • Senin, 13 April 2026 | 11:14 WIB
Pemain Semen Padang FC saat berduel dengan pemain Persis Solo di Stadion Mahanan, kemarin. (MEDIA OFFICIAL SEMEN PADANG FC)
Pemain Semen Padang FC saat berduel dengan pemain Persis Solo di Stadion Mahanan, kemarin. (MEDIA OFFICIAL SEMEN PADANG FC)

PADEK.JAWAPOS.COM - Dua kali hujan selama pertandingan, dua kali pula Semen Padang FC menelan kekalahan beruntun di lanjutan BRI Super League.

 Pertama, takluk di Padang lawan Persib Bandung 0-2. Terbaru, Kabau Sirah—julukan Semen Padang FC—tersungkur di Stadion Manahan usai dikalahkan oleh tuan rumah, Persis Solo, dengan skor 2-1, Minggu (12/4/2026).

Kekalahan beruntun ini tentu terasa sangat “menyakitkan” bagi Semen Padang FC. Di saat mereka sedang berjuang keras keluar dari zona degradasi, Kabau Sirah justru meraih hasil minor.

Padahal sebelum pertandingan lawan Persis Solo, jarak antara tim zona degradasi dengan tim di zona aman, hanya terpaut satu angka saja. Kekalahan yang didapatkan Seme Padang FC di Solo, membuat mereka masih tertahan di posisi 17 dengan 20 poin.

Sementara Persis Solo merangsek ke posisi 15 dengan meninggalkan tim yang berada di zona degradasi, khususnya Semen Padang FC, dengan jarak 4 poin.
Sejak awal pertandingan, Persis Solo tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Meski kedua tim saling mencoba membangun serangan, tuan rumah mampu tampil lebih tenang dan terorganisir.

Baca Juga: Persis Solo Kalahkan Semen Padang FC 2-1, Kabau Sirah Makin Terpuruk di Zona Degradasi

Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-37 melalui aksi Miroslav Maricic. Memanfaatkan umpan matang dari Luka Dumancic, Maricic sukses menaklukkan penjaga gawang Semen Padang dan membawa Persis unggul 1-0. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Semen Padang FC mencoba bangkit dengan melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang. Upaya tersebut sempat membuahkan hasil pada menit ke-68.

Gol penyeimbang tercipta melalui gol bunuh diri Sutanto Tan yang membuat skor berubah menjadi 1-1. Momentum ini sempat memberikan harapan bagi Kabau Sirah untuk mencuri poin di kandang lawan.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persis Solo kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-78, Dejan Tumbas berhasil mencetak gol kemenangan setelah menerima assist dari Dimitri Lima. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.

Dari sisi statistik, Persis Solo sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 53 persen, dibandingkan 47 persen milik Semen Padang FC. Tuan rumah juga mencatatkan empat percobaan tembakan, sementara Semen Padang tidak mampu melepaskan satu pun tembakan sepanjang laga.


Usai laga, Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury mengaku kecewa dengan hasil yang didapatkan timnya di Solo. Sebenarnya Imran menyebut, permainan yang ditunjukkan para pemain sudah berjalan dengan baik di laga tersebut.

“Kami menang penguasaan bola dan sejumlah peluang berhasil diciptakan. Tapi seperti kita tahu, sepak bola itu yang penting efektivitas dalam permainan. Dan itu yang berhasil dilakukan oleh Persis,” ungkapnya.

Meskipun dalam dua laga timnya kalah, namun Imran tetap optimistis Semen Padang FC bisa bertahan di Liga 1. Pasalnya menurutnya, Semen Padang FC masih menyisakan empat laga di kandang. “Jadi tidak ada pilihan lain. Kepada pemain selalu saya bilang bahwa setiap pertandingan adalah partai final,” katanya.

Lebih lanjut Imran mengatakan, apa yang telah ditampilkan oleh pemain pada laga ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk mempersiapkan laga selanjutnya. (adt)

Editor : Adriyanto Syafril
#BRI Liga 1 Indonesia #sepak bola #semen padang fc