PADEK.JAWAPOS.COM - RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar terus memperkuat komitmennya sebagai institusi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga aktif dalam edukasi preventif kepada masyarakat.
Pada Kamis (30/4), rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tersebut kembali menggelar penyuluhan kesehatan rutin dengan tema “Deteksi Dini Anemia pada Lansia” yang dilaksanakan di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan dan diikuti puluhan pasien serta keluarga pengunjung.
Kegiatan ini menghadirkan Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Prof. DR. MA Hanafiah, dr. Sri Nurul Huda, Sp.PK, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, dr. Sri menegaskan bahwa anemia pada kelompok lanjut usia sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya kerap dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Padahal, menurutnya, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius, termasuk meningkatkan risiko gagal jantung dan menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan.
“Deteksi dini anemia pada lansia sangat penting untuk mencegah komplikasi berat seperti gagal jantung dan penurunan kondisi fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit secara rutin menjadi langkah awal yang harus dilakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, diagnosis anemia yang akurat hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan laboratorium darah lengkap.
Secara medis, lansia perempuan dengan kadar hemoglobin di bawah 12 g/dL dan lansia laki-laki di bawah 13 g/dL sudah masuk kategori anemia dan memerlukan evaluasi lanjutan.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih peka terhadap tanda-tanda fisik seperti tubuh mudah lelah, pusing saat berdiri, wajah pucat, kuku rapuh, hingga perubahan warna pada gusi.
“Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali gejala awal. Jika ada indikasi, segera lakukan pemeriksaan lanjutan seperti tes feritin serum untuk mengetahui apakah anemia disebabkan kekurangan zat besi atau penyakit kronis lainnya,” tambah dr. Sri.
Sementara itu, Direktur RSUD Prof. DR. MA Hanafiah, Dr. Nurman Eka Putra, melalui Kepala Bidang Bina Program, Emilda Susanti, menyampaikan bahwa program penyuluhan kesehatan tersebut merupakan inovasi berkelanjutan yang telah dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis sejak 2024.
Menurut Emilda, program ini bertujuan menjadikan rumah sakit sebagai pusat literasi kesehatan masyarakat.
“Penyuluhan ini adalah bagian dari inovasi layanan kami agar RSUD tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga ruang edukasi langsung bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan yang benar dan terpercaya,” katanya.
Ia menambahkan, langkah preventif melalui edukasi dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit yang sering luput dari perhatian, termasuk anemia pada lansia.
Selain melalui kegiatan langsung di rumah sakit, RSUD MA Hanafiah juga aktif menyebarluaskan edukasi kesehatan melalui berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok agar jangkauan informasi semakin luas.
Sebagai bentuk pendekatan persuasif, kegiatan penyuluhan juga dikemas interaktif melalui sesi diskusi dan pembagian doorprize kepada peserta yang aktif bertanya.
Suasana edukatif yang hangat tersebut diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat dalam memahami pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Melalui program berkelanjutan ini, RSUD Prof. DR. MA Hanafiah Batusangkar berharap angka komplikasi kesehatan pada lansia, khususnya akibat anemia yang tidak terdeteksi, dapat ditekan secara signifikan.
Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi antara aspek kuratif, promotif, dan preventif demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Tanah Datar secara menyeluruh. (cc8)
Editor : Adriyanto Syafril