Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Tanda Diabetes yang Sering Diabaikan

jpg • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

DIABETES merupakan penyakit kronis yang kerap berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak orang baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah mengalami komplikasi atau menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak berbagai organ tubuh secara bertahap. Karena itu, mengenali tanda-tanda awal diabetes menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Dilansir dari laman YourTango, berikut tujuh tanda diabetes yang menurut para ahli kesehatan sering menjadi peringatan awal, tetapi kerap disalahartikan sebagai keluhan biasa.

1. Kelelahan yang Tidak Kunjung Membaik

Merasa lelah setelah beraktivitas adalah hal yang normal. Namun, kelelahan akibat diabetes cenderung berlangsung terus-menerus dan tidak membaik meski sudah beristirahat atau tidur cukup.

Dokter Romi Chopra menjelaskan bahwa kondisi ini dapat dipengaruhi oleh fluktuasi kadar gula darah, kelebihan berat badan, atau tekanan emosional akibat masalah kesehatan yang belum terdiagnosis.

Ketika tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi, sel-sel tubuh menjadi kekurangan bahan bakar. Akibatnya, penderita akan terus merasa lelah meskipun asupan makanan dan waktu istirahat sudah memadai.

Jika kelelahan terjadi berkepanjangan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

2. Rasa Haus Berlebihan dan Sering Buang Air Kecil

Salah satu gejala khas diabetes adalah meningkatnya rasa haus yang disertai frekuensi buang air kecil yang lebih sering dari biasanya.

Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang kelebihan gula melalui urine. Proses tersebut menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan memicu dehidrasi.

Akibatnya, penderita akan terus merasa haus meski sudah banyak minum. Gejala ini juga sering menyebabkan seseorang terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

3. Nafsu Makan Meningkat Disertai Penurunan Berat Badan

Peningkatan nafsu makan yang diikuti penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai sebagai gejala diabetes.

Saat glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi, tubuh akan mengirimkan sinyal lapar secara terus-menerus. Di sisi lain, tubuh kehilangan kalori melalui urine akibat tingginya kadar gula darah.

Kombinasi kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang merasa lapar sepanjang waktu, namun tetap mengalami penurunan berat badan secara tidak disengaja.

4. Penglihatan Kabur atau Berubah-ubah

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi lensa mata dengan menarik cairan dari jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan bentuk lensa berubah sehingga penglihatan menjadi kabur atau tidak stabil.

Apabila tidak ditangani, diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina mata dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan permanen.

Karena itu, perubahan penglihatan yang terjadi tanpa sebab jelas perlu segera diperiksakan ke dokter.

5. Muncul Garis Horizontal pada Kuku

Garis horizontal pada kuku atau yang dikenal sebagai Beau’s lines dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, termasuk diabetes.

Pelatih pribadi bersertifikat Caleb Backe menyebut bahwa kemunculan garis-garis tersebut tidak selalu berkaitan dengan diabetes. Namun, jika muncul tanpa riwayat cedera atau trauma pada kuku, kondisi ini patut mendapat perhatian lebih lanjut.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab yang mendasarinya.

6. Napas Beraroma Manis seperti Buah

Napas yang berbau manis atau menyerupai aroma buah dapat menjadi tanda adanya gangguan metabolisme gula dalam tubuh.

Kondisi ini terjadi ketika tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber energi karena glukosa tidak dapat digunakan secara optimal. Proses tersebut menghasilkan zat keton yang dapat menyebabkan perubahan aroma napas.

Jika gejala ini muncul secara konsisten, terutama disertai tanda-tanda lain, segera lakukan pemeriksaan kadar gula darah.

7. Kesemutan atau Mati Rasa pada Kaki

Sensasi kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa yang berlangsung terus-menerus pada kaki dapat menjadi pertanda kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi.

Menurut Caleb Backe, diabetes dapat memengaruhi sistem saraf dan sirkulasi darah, dengan gejala awal sering muncul pada bagian tubuh yang paling jauh dari jantung, seperti kaki. Menga­baikan kondisi ini dapat meningkatkan risiko neuropati diabetik yang berpotensi menyebabkan komplikasi lebih serius.

Para ahli menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal diabetes dan melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami beberapa gejala tersebut. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih efektif melalui perubahan gaya hidup, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta terapi medis sesuai anjuran dokter.

Perlu diingat bahwa gejala-gejala di atas tidak selalu berarti seseorang pasti mengidap diabetes. Namun, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#kesehatan #diabetes