Skema ini bagian dari langkah awal investasi langsung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKJ) di Arab Saudi. Untuk menjalankan investasi langsung di Arab Saudi, BPKH mendirikan anak usaha bernama BPKH Limited.
Secara khusus BPKH Limited menandatangani kerja sama dengan sejumlah mitra di Jakarta kemarin (15/2). Kerja sama itu tidak hanya terkait pengelolaan space lobi hotel jamaah haji Indonesia di Mekkah. Tetapi juga layanan katering jamaah haji.
Direktur BPKH Limited Sidiq Haryono mengatakan untuk skema pengelolaan space lobi hotel tempat jemaah menginap, mereka akan berkomunikasi dengan UMKM serta brand kuliner lokal Indonesia. “Kita akan membawa brand-brand kuliner lokal Indonesia yang sudah familiar ke Mekkah,” katanya.
Upaya ini sekaligus bisa mengatasi rasa rindu jamaah haji terhadap cita rasa kuliner nusantara. Jadi tidak sebatas mengkonsumsi masakan reguler yang disiapkan oleh katering Arab Saudi saja.
Sidiq menegaskan dari perputaran uang haji sekitar Rp 20 triliun tiap tahunnya, harus ada yang kembali ke Indonesia. Melibatkan UMKM atau brand kuliner lokal di Mekkah, salah satu strategi untuk mewujudkannya.
Selain itu Sidiq mengatakan BPKH Limited juga akan menyediakan katering untuk jamaah Indonesia. Memang tidak langsung memenuhi kebutuhan makan jemaah haji selama di Arab Saudi. “Kami nanti melayani dua hari sebelum masa Armuzna dan dua hari setelah masa Armuzna,” katanya.
Seperti diketahui pada masa-masa itu pengiriman katering jamaah dihentikan sementara. Karena lalu lintas kota Mekkah sangat padat.
Sidiq mengatakan skema yang disiapkan adalah mengirim masakan siap saji dari Indonesia. Setibanya di Saudi, tinggal membutuhkan proses sebentar. Apakah itu dipanaskan atau sejenisnya.
Dia mengatakan upaya ini perlu dijalankan dengan teliti. Karena terkait dengan regulasi BPOM-nya Arab Saudi juga. Dia berharap mitra mereka di Arab Saudi nanti bisa menjalankan pengiriman itu dengan lancar.
Perhitungan sementara, kebutuhan konsumsi pada masa sebelum dan sesudah Armuzna sekitar 4 juta porsi. BPKH untuk tahap awal, bisa menyiapkan sekitar 2,5 juta porsi. Dia menegaskan tahun ini adalah langkah awal BPKH Limited menjalankan misi investasi langsung di ekosistem perhajian di Arab Saudi.
Ketua Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menyambut baik rencana investasi langsung itu. Dia juga mengakui, ada tantangan besar yang harus mereka antisipasi. Khususnya soal penyediaan katering. Pasalnya selama ini BPKH dalam berinvestasi cenderung pada bentuk keuangan saja.
“Tidak bisa membayangkan punya dapur dan storage sendiri. Karena selama ini saya seringnya order makanan lewat online,” katanya lantas tertawa.
Fadlul menegaskan BPKH memang perlu mulai meningkatkan porsi investasi langsung. Diantara tujuannya adalah menaikkan return atau imbal hasil tahunan di atas 10 persen atau dobel digit. Menurut dia jika investasi hanya di produk keuangan seperi sukuk atau deposito, cukup sulit untuk mengejar hasil investasi dua digit.
Namun dia memastikan dalam menjalankan investasi langsung itu, tetap mengutamakan aspek kehati-hatian. Misi mereka selain meningkatkan hasil investasi, juga menggenjot layanan haji sebaik mungkin. (wan/jpg) Editor : Novitri Selvia