Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Satu, Nasdem Melejit Tujuh Kursi: Kekuatan Parlemen di Kota Padang Berimbang

Novitri Selvia • Selasa, 5 Maret 2024 | 10:12 WIB

ALOT: Suasana Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi dan Penetapan Hasil Pemilu di Hotel Truntum Padang berlangsung alot kemarin. (RIKO UNTUK PADEK)
ALOT: Suasana Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi dan Penetapan Hasil Pemilu di Hotel Truntum Padang berlangsung alot kemarin. (RIKO UNTUK PADEK)
Kekuatan politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang untuk periode 2024-2029 bakal relatif seimbang dibandingkan periode sebelumnya. Tidak ada pemenang tunggal.

Pasalnya, tiga dari sepuluh parpol sama-sama mendapatkan kursi dengan jumlah terbanyak dari Pemilu 2024. Yakni Partai Nasdem, Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Masing-masing mendapat tujuh kursi (selengkapnya lihat grafis).

Daftar Anggota DPRD Padang terpilih hasil Pemilu 2024.
Daftar Anggota DPRD Padang terpilih hasil Pemilu 2024.

Hal ini berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara KPU Kota Padang sejak 28 Februari hingga 3 Maret lalu di Rocky Plaza Hotel, Padang.

Dibanding periode sebelumnya, raihan kursi Nasdem melejit tinggi dari partai-partai lainnya. Pada Pemilu 2019 partai besutan Surya Paloh ini hanya mampu meraih satu kursi.

Kesuksesan Nasdem juga diikuti Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Golkar yang sebelumnya hanya tiga kursi kini menampati lima kursi. Sementara PKB sukses dengan empat kursi.

Padahal untuk periode 2019-2024 gagal total tanpa satu kursi pun.
Nah, meski masih menjadi partai pemenang, raihan Gerindra dan PKS sendiri, sebenarnya mengalami penurunan. Pada lima tahun lalu, Gerindra menjadi pemenang tunggal dengan 11 kursi, sementara PKS dengan sembilan kursi.

Partai-partai lain yang juga mengalami penurunan adalah Partai Amanat Nasional (PAN) dari tujuh menjadi lima, Demokrat dari enam jadi empat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hanya dapat dua dari sebelumnya tiga kursi.

Di sisi lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mampu mempertahankan tiga kursi yang mereka raih pada periode lalu. Sedangkan pendatang baru Partai Ummat berhasil meraih satu kursi.

Menanggapi hasil tersebut, Ketua DPD Nasdem Kota Padang Osman Ayub merasa bersyukur. Karena terjadi kenaikan signifikan suara pemilih Nasdem di Kota Padang hingga 600 persen.

“Dari 6 dapil (daerah pemilihan), kita memperoleh tujuh kursi, dengan Dapil 6 berhasil meraih dua kursi,” ucapnya kepada Padang Ekspres kemarin.

Dia pun berterima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang telah memilih Nasdem di Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun ini. “Kedepannya Nasdem akan berjuang bersama masyarakat,” sebutnya.

Terpisah, Ketua DPD PKS Muharlion menyambut baik hasill tersebut. Sebab dari pemilu sebelumnya terjadi peningkatan jumlah raihan suara.

“Alhamdulillah kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang atas capaian yang berhasil kita raih saat ini. Kita akan selalu berjuang untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengaku, dibandingkan sebelumnya terjadi penurunan kursi di DPRD Kota Padang. “Setelah pileg ini selesai kita tetap menunggu penetapan pemilu terkait caleg terpilih. Kemudian sembari itu kita akan menyiapkan diri untuk pilkada yang semakin dekat,” ungkapnya.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Padang Azwirman mengatakan rekapitulasi hasil pemilu di Kota Padang akan dibawa ke KPU Provinsi. Penetapan dari nama-nama yang berhasil terpilih di setiap dapil masih menunggu tahapan selanjutnya.

“Kalau untuk jenjang prosesnya masih lama. Karena KPU secara berjenjang harus menyelesaikan rekapitulasi di tingkat nasional. Kini baru memasuki tingkat provinsi berarti harus menunggu penyelesaian (hingga KPU RI, red),” terangnya, Senin (4/3).

Ia menekankan, keputusan dari KPU RI lah yang menjadi pedoman untuk proses penetapan. “Kita di Kota Padang baru sampai kepada penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan itupun KPU Kota Padang belum menentukan calon terpilih karena harus menunggu terkait dengan register perkara jika ada gugatan ke MK,” ucapnya.

Namun, sambung dia, jika hingga waktu yang ditentukan tidak ada gugatan, barulah KPU kota Padang bisa melakukan penetapan kepada calon anggota DPRD Kota Padang terpilih. Yakni berdasarkan  perolehan yang didapati partainya masing-masing.

Bila proses kedepannya berjalan dengan lancar, berkemungkinan penetapan tersebut akan berlansung setelah 35 hari sejak proses pemilihan serta perhitungan suara. “Diperkirakan pada 5 April mendatang,” ungkapnya.

Rekapitulasi Suara Berjalan Alot

Sementara itu Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi dan Penetapan Hasil Pemilu 2024 berlangsung alot, kemarin (4/3).

Rapat pleno dipimpin Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen, beserta anggota KPU Sumbar Ory Sativa Syakban, Jons Manedi, Medo Patria dan Hamdan, serta Sekretaris KPU Sumbar Firman.

Turut hadir Ketua dan Anggota Bawaslu Sumbar, serta saksi peserta pemilu, yakni saksi partai politik, dan pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta DPD RI.

Dari 19 KPU kabupaten/kota di Sumbar, baru tiga daerah yang final hingga pukul 18.00. Rapat pleno yang digelar di Hotel Truntum Padang itu berlangsung alot dan memakan waktu cukup lama.

Secara estimasi waktu, rapat pleno ini diperkirakan bakal digelar selama 3 hari, dimulai pembukaan pada Minggu (3/3) kemarin, hingga 5 Maret 2024. Namun KPU Sumbar menargetkan pleno tuntas 5 Maret.

Pada rapat pleno tersebut diwarnai interupsi dan sanggahan demi sanggahan dari saksi dan Bawaslu Sumbar. Perdebatan tersebut bermula di saat pembacaan rekapitulasi dari KPU Kota Sawahlunto yang diduga memiliki banyak ketidakcocokan data versi KPU dengan saksi peserta pemilu.

Selanjutnya proses rekapitulasi dilanjutkan ke KPU Kota Payakumbuh, namun hal serupa juga terjadi dan proses rekapitulasi digantikan oleh KPU Padangpanjang. Hingga berita ini ditulis, penghitungan suara masih dilakukan dengan cara membacakan hasil rapat terbuka di tingkat kabupaten/kota.

Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen mengatakan, proses sedikit alot karena saksi peserta pemilu dan Bawaslu menginginkan datanya disinkronkan dari data surat suara yang diterima dengan data yang faktual diterima. Menurutnya, sesuai dengan hasil rekap di kabupaten/kota jika ada perbedaan maka dicatat dalam kejadian khusus.

Ia mengatakan, rapat pleno juga mencari solusi terhadap terhadap keberatan yang disampaikan saksi peserta pemilu dan KPU sudah menyelesaikan sesuai dengan yang bisa dilakukan.

“Namun penyelesaian itu tidak bisa diterima oleh saksi peserta pemilu, tentu kita meminta rekomendasi dari Bawaslu. Itu saja,” ujarnya. (cip/adt/y/cr1)

PKS (7 kursi) 81.408 Suara
1. Muharlion (Dapil 1 Padang) 7.306 suara
2. Mulyadi Muslim (Dapil 1 Padang) 3.675 suara
3. Ja’far (Dapil 2 Padang) 2.909 suara
4. Rafdi (Dapil 3 Padang) 5.142 suara
5. Hendrizal (Dapil 4 Padang) 2.235 suara
6. Gufron (Dapil 5 Padang) 3.084 suara
7. Arnedi Yarmen (Dapil 6 Padang) 3.768 suara

Partai Gerindra (7 kursi) 72.349 Suara
1. Manufer Putra Firdaus (Dapil 1 Padang) 6.305 suara
2. Delma Putra (Dapil 1 Padang) 3.809 suara
3. Wahyu Hidayat (Dapil 2 Padang) 2.830 suara
4. Donal Ardi (Dapil 3 Padang) 4.988 suara
5. Dewi Susanti (Dapil 4 Padang) 4.286 suara
6. Rachmat Wijaya (Dapil 5 Padang) 4.948 suara
7. Mastilizal Aye (Dapil 6 Padang) 3.990

Partai Nasdem (7 kursi) 59.770 Suara
1. M Fautiaz Fauzi (Dapil 1 Padang) 1.653 suara
2. Iskandar (Dapil 2 Padang) 2.119 suara
3. Alfi Beben One (Dapil 3 Padang) 3.182 suara
4. Yendril (Dapil 4 Padang) 2.635 suara
5. Rafli Boy (Dapil 5 Padang) 3.059
6. Argi Putra Finalo (Dapil 6 Padang) 5.646 suara
7. Osman Ayub (Dapil 6 Padang) 3.210 suara

PAN (5 kursi) 46.979 Suara
1. Rustam Efendi (Dapil 1 Padang) 3.003 suara
2. Usmardi Thareb (Dapil 2 Padang) 2.676 suara
3. Jufri (Dapil 4 Padang) 3.279
4. Amril Amin (Dapil 5 Padang) 6.020 suara
5. Faisal Nasir (Dapil 6 Padang) 2.931 suara

Partai Golkar (5 kursi) 42.849 Suara
1. M Tommy Arby Rumengan (Dapil 1 Padang) 3.180 suara
2. Erianto (Dapil 2 Padang) 4.739 suara
3. Miswar Jambak (Dapil 3 Padang) 2.033 suara
4. Devi Febrida (Dapil 4 Padang) 1.893 suara
5. Helmi Moesim (Dapil 5 Padang) 3.814 suara

Partai Demokrat (4 kursi) 34.456 Suara
1. Mukhlis (Dapil 1 Padang) 3.872 suara
2. Surya Jufri Bitel (Dapil 3 Padang) 3.782 suara
3. Rusdi (Dapil 4 Padang) 1.617
4. Yulasmi (Dapil 6 Padang) 1.446 suara

PKB (4 kursi) 31.497 Suara
1. Irwandi (Dapil 1 Padang) 1.445 suara
2. Zalmadi (Dapil 2 Padang) 3.061 suara
3. Yusri Latif (Dapil 3 Padang) 4.139 suara
4. Yosrizal Efendi (Dapil 6 Padang) 1.214 suara

PDI Perjuangan (3 kursi) 23.163 Suara
1. Wismar Panjaitan (Dapil 1 Padang) 1.341 suara
2. Christian Rudy Kurniawan (Dapil 5 Padang) 2.306 suara
3. Iswanto Kwara (Dapil 6 Padang) 2.718

PPP (2 kursi) 32.853 Suara
1. Muhammad Khalidi Al Khair (Dapil 2 Padang) 1.650 suara
2. Indra Guswadi (Dapil 4 Padang) 5.212 suara

Partai Ummat (1 kursi) 15.864 Suara
1. Erismiarti (Dapil 5 Padang) 3.357 suara

Editor : Novitri Selvia
#dprd kota padang #kpu kota padang #Nasdem Melejit Tujuh Kursi #Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara #Anggota DPRD Padang hasil Pemilu 2024