Begitulah Rismar, 71, istri Marlis, menceritakan awal terjadinya kebakaran yang kemudian merambat ke 13 toko lainnya. Toko-toko tersebut berlokasi di dekat Blok A Pasar Raya Padang, Kelurahan Kampung Jawa Dalam, Kecamatan Padang Barat. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 WIB, kemarin.
Saat kebakaran terjadi, terdengar juga ledakan-ledakan dari Toko Elly Jaya. Percikan-percikan api pun keluar. Ini menyulitkan petugas pemadaman kebarakan untuk memadamkan api. Para petugas yang datang silih berganti pun butuh waktu 4 jam untuk memadamkan api.
Rismar menyebutkan ledakan-ledakan yang terjadi berasal dari mobil-mobilan pakai aki. “Ledakan itu dari mobil aki yang satu jam sebelumnya kebakaran, toko kita bersama toko ED yang berada di sebelah baru saja membeli mobil-mobilan pakai aki seharga Rp 5 juta per satuannya,” jelas dia.
Akibat peristiwa ini, kata Risma, suaminya dibawa ke rumah sakit. “Toko saya 4 lantai. Isinya mainan semua. Kalau kerugian ada Rp 10 miliar. Begitu juga dengan toko ED sebelah saya yang merupakan gudang besar mainan. Kerugiannya mungkin lebih dari saya,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang Budi Payan mengatakan pihaknya mendapati adanya laporan kebakaran sekira pukul 13.30 WIB dan langsung menurunkan pemadam kebakaran ke lokasi.
“Ada 14 unit Damkar Kota Padang yang kita kerahkan dibantu oleh Damkar Semen Padang dan Damkar Padangpariaman dengan jumlah personil sebanyak 180 orang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Dari 14 toko yang terbakar, tiga di antaranya toko mainan, sepuluh toko percetakan, dan satu toko aksesoris. “Pemadaman api berlangsung cukup lama, karena yang terbakar merupakan barang-barang yang semuanya terdiri dari bahan plastik,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono didampingi Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran di Blok A, Pasar Raya Kota Padang.
“Banyak informasi yang akan kami kumpulkan dan selidiki. Apa yang menyebabkan kebakaran, kami tidak sekadar asumsi,” kata Irjen Pol. Suharyono.
Dia menjelaskan, dari informasi awal, kebakaran terjadi karena adanya konsleting listrik. Lalu ada kebakaran mercun. Namun itu masih informasi-informasi yang akan diselidiki. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan profesional sesuai dengan keilmuan. “Kami akan mendatangkan ahli bidangnya. Kami akan informasi hasilnya nanti,” ungkapnya.
Toko-toko yang terbakar itu, tambahnya, milik perorangan. Ada yang Berupa gudang penyimpanan barang-barang mainan untuk diperjual belikan di pasar. “Ada beberapa gudang, bukan hanya milik satu orang. Tapi mungkin lebih tiga orang pemiliknya yang di jumlah ada 14 petak yang terbakar,” sebutnya.
Tidak ada korban jiwa akibat dalam peristiwa ini. Hanya saja kerugian material menurut dugaan awal pemilik toko lebih dari Rp 3 miliar. “Angka kerugian ini masih perkiraan awal, karena belum dilihat apa barang-barang di dalamnya masih ada yang tersisa atau terbakar. Tapi kita bisa menduga kalau kebakaran lebih 3 jam, situasi dan kondisi seperti ini seluruhnya terbakar,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Syahendri Barkah mengatakan, kebakaran terjadi di luar dari wilayah Pasar Raya Padang yang merupakan toko milik perorangan. Namun demikian, dia mengimbau, para pemilik toko di Pasar Raya Padang menjadikan hal ini sebagai pelajaran dan kembali mengecek aliran listrik di toko masing-masing.
“Inikan pelajaran bagi kita semua, karena kejadian kebakaran baru-baru ini rata-rata karena konsleting listrik. Kembali cek aliran listriknya yang berkemungkinan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (cr2)
Editor : Novitri Selvia