Sementara korban hilang 16 orang masih dalam proses pendataan. “Ini update data hingga pukul 18.00 (kemarin),” kata Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik.
Kemarin, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisiri 5 wilayah. Yaiut Galuang dan Bukik Batabuah di Kabupaten Agam. Kemudian di kawasan Pagu-pagu dan Cubadak di Kabupaten Tanahdatar. Serta di Sungai Batang Anai Kabupaten Padangpariaman.
“Pencarian dilakukan dengan cara menyisiri tempat-tempat rawan dengan panjang area pencarian 20 sampai 50 kilometer,” terangnya. Hasilnya, tim berhasil menemukan lima jenazah di lokasi yang berbeda.
“Pukul 10.00 WIB tim temukan korban bernama Abi Akbar di daerah Sungai Jambu, Kabupaten Tanahdatar dan di evakuasi ke RSUD Batu Sangkar,” ucapanya.
Kemudian, sekira pukul 10.20 WIB, Tim SAR Gabungan menemukan korban berjenis kelamin Perempuan bernama Halimah Tusyadiah di Biaro, Candung, Kabupaten Agam. Korban dibawa ke RSUD Dr Achmad Mochtar, Bukittinggi.
“Ditambah sekira pukul 16.20 WIB, tiga korban yang ditemukan Biddokkes Polres Sijunjung di Sungai Kuantan, korban di evakuasi ke RSUD Sijunjung untuk proses Identifikasi,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 KK dan 33 orang mengalami luka-luka. Pusdalops dan BPBD setempat masih terus melakukan pengkajian dan pemutakhiran data menyusul masih dilaksanakannya proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kami meninjau empat lokasi, masih dalam kondisi tanggap darurat. Sehingga pertama, kami ingin pastikan di lokasi terdampak ini agar kondisi kembali normal. Jadi alat berat kita ingin memastikan sudah bergerak,” ujar Suharyanto.
Bangun Jembatan Darurat
BNPB juga akan memasang jembatan darurat rangka baja di lokasi jembatan Kasiak, Simpang Bukik, Jorong Kubang Duo Koto Panjang, Nagari Canduang, Kabupaten Agam. Karena sudah ada laporan dari masyarakat jembatan mulai goyang. “Kita juga akan melakukan hal ini di Tanahdatar,” ujar Suharyanto.
Menurut dia, tiang penyanggah jembatan Kasiak saat ini sudah mulai goyah. Selain itu tiang penyanggah menyebabkan tertahannya sejumlah material seperti kayu dan batu. Sementara itu di posko pengungsian di SD 08 Kecamatan Canduang, pengungsi beraktifitas sebisanya.
Sebagian mereka tampak duduk beristirahat, bercengkrama dan melakukan aktifitas lainnya. Bantuan makanan dan bahan kebutuhan pokok puk terus berdatangan baik dari pemerintah, BUMN, dan kelompok masyarakat dan langsung dari masyarakat.
Terkait kesehatan pengungsi, Dokter Diana, salah satu petugas kesehatan di posko kesehatan menyebutkan, secara umum pengungsi terbilang baik. “ Untuk tiga hari ini masyarakat yang datang ke posko kesehatan, biasanya mengeluhkan demam, batuk dan maag,” terangnya.
Ia menuturkan, sebagian besar dari masyarakat yang datang ke pos kesehatan merupakan lansia dan anak-anak. “Untuk hari ini ada 15 orang pengungsi yang mengeluhkan demam dan batuk. Untuk obat stoknya lengkap, kita perkirakan cukup,” kata dia.
Untuk sanitasi di lokasi pengungsian, dinilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih meski sedikit tersendat untuk kebutuhan WC. “Ada empat kamar mandi, dengan stok air yang cukup,” ujarnya.
Ia mengimbau agar pengungsi terus memperhatikan kebersihan dan pola makan untuk menghindari potensi penyakit berbahaya. “Sampai saat ini belum ada laporan diare,” ucapnya.
Dua Jembatan Utama Rusak
Di Kabupaten Tanahdatar, banjir bandang menyebabkan beberapa infrastruktur seperti jembatan utama rusak berat. Di antaranya jembatan Panti yang merupakan jalur Ombilin-Batusangkar. Beberapa hari sebelumnya jembatan tersebut tidak bisa dilalui. Namun kemarin siang sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup.
Hal serupa juga terjadi di Jembatan Penghubung Batusangkar-Padangpanjang tepatnya di Manunggal, Kecamatan Limokaum. Jembatan ini masih belum bisa dimanfaatkan seperti biasanya karena masih dalam proses perbaikan.
Hingga Rabu (15/5) sore, berdasarkan data dari posko penanggulangan bencana banjir bandang di Kabupaten Tanahdatar, jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 26 orang.
Kepala Dinas Kominfo Tanahdatar Yusrizal menyebutkan, bencana Galodo juga menyebabkan sebanyak 100 unit rumah rusak berat, 144 rumah rusak sedang, 23 rumah hanyut, 34 rumah rusak ringan, dan 36 jembatan rusak.
Selain itu, banjir bandang juga mengakibatkan korban meninggal sebanyak 26 orang, korban luka-luka 20 orang, sedangkan yang hilang dan masih dalam pencarian 16 orang. Sedangkan tiga orang yang dijumpai meninggal belum terindentifikasi.
Galodo juga merusak lahan persawahan yang berdampak pada lebih dari 411,511hektare, 3.032 ekor hewan ternak kambing, sapi dan itik hanyut, 61 irigasi rusak, dan kerugian kendaraan roda dua 117 unit, roda empat 51 unit. Sesangkan pada bidang perikanan 140 kolam ludes terbawa arus.
Banjir bandang terdampak pula terhadar 19 rumah ibadah yang rusak, satu sarana pendidikan rusak, dan 20 unit sarana perdagangan seperti kedai dan toko rusak.
Belajaran Online
Menyikapi kondisi yang terjadi di daerah yang dihantam galodo, Dinas Pendidikan Tanahdatar memperbolehkan sekolah yang terdampak untuk menggelar pembelajaran secara daring.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanahdatar Inhenri Abas mengatakan, mengingat cuaca dan curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Tanahdatar, dia mengimbau kepada satuan pendidikan untuk tetap waspada dan siaga serta saling berkoordinasi dengan perintahan nagari setempat.
Dia pun menekankan, agas semua kegiatan yang sifatnya di luar sekolah termasuk karya wisata dibatalkan. Kemudian lakukan pendataan terhadap kondisi sekolah dan siswanya yang terkena bencana dan segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan. (cr2/r/stg)
Editor : Novitri Selvia