PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Solok telah membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Ini untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan mengantisipasi jika ada serangan cyber yang dapat mengganggu pelayanan di Kabupaten Solok.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Solok Teta Midra mengungkapkan, dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar, hanya enam daerah termasuk Pemkab Solok yang telah membentuk CSIRT. Selain itu, pada 28 Oktober 2024 mendatang, Pemkab Solok akan melaksanakan evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik.
Ia berharap agar nilai SPBE bisa meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Pemkab Solok memperoleh nilai 3,49 di kategori baik.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama seluruh OPD kita bisa melebihi target sangat memuaskan di atas 3,50,” ucapnya saat menerima kunjungan Direktur Utama Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi didampingi Pemred Rommi Delfiano dan Manager Pemasaran Dicky Junaidi, Kamis (17/10).
Teta menjelaskan, bagian smart city juga termasuk Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), di mana saat ini SPBE pada Dinas Kominfo telah mengadakan kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara terkait peningkatan keamanan baik itu keamanan aplikasi maupun website.
“Harapan kita melalui SPBE ini dapat lebih meningkatkan pelayanan publik yang termudahkan, termurahkan dan terdekatkan kepada masyarakat Kabupaten Solok,” tambahnya
Selain itu, ia berharap kerja sama dengan media terus berlanjut. Karena hal itu juga mempermudah Pemkab Solok dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.
“Serta tugas pers yang salah satunya mengawasi, juga menjadi sala satu acuan kami dalam mengevaluasi setiap kinerja dan pelayanan. Maka itu kerja sama dengan media sebetulnya sangat penting,” tutupnya.
Dirut Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi mengapresiasi langkah Pemkab Solok dalam memaksimalkan penerapan teknologi dalam pelayanan. Terlebih dengan wilayah yang cukup besar, pemanfaatan teknologi bisa mempermudah masyarakat dalam mengakses produk layanan Pemkab Solok.
Ia menambahkan, kerja sama antara Padang Ekspres dan Pemkab Solok yang sudah terjalin sejak lama diharapkan terus terjaga dengan baik ke depannya. Apalagi saat ini dengan derasnya aliran informasi di medsos, semakin banyak juga wadah bagi penyebar hoaks maupun informasi tidak layak dipublikasikan.
“Sekarang informasi tersebar begitu liar dan tidak dapat dikontrol dan tanpa filter, maka itu, diri kita lah yang harus memfilter informasi itu,” ujarya.
Ia menegaskan, Padang Ekspres selalu berpegang pada nilai dan kaidah jurnalistik, dan terus mengedukasi masyarakat untuk bisa menyaring informasi yang didapat. (frk)
Editor : Novitri Selvia