PADEK.JAWAPOS.COM-Jajaran pimpinan Padang Ekspres Group melakukan kunjungan ke berbagai mitra strategis sejak beberapa pekan terakhir. Agendanya tidak hanya bersilaturahmi, namun juga membicarakan berbagai kemungkinan program yang dapat disinergikan.
NAMUN situasinya agak berbeda kemarin. Begitu zuhur turun, Padang Ekspres Group yang mendapat kunjungan. Cukup spesial. Karena yang datang adalah rombongan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar Yuni Daruwinarsih didampingi Asintel Efendri Eka Putra dan Kabag Tata Usaha Muhammad Ali.
Sebelum bincang-bincang dimulai di Adinegoro Room, Graha Pena Padang, mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten ini menyempatkan diri membaca Padang Ekspres. “Di meja kantor saya selalu ada koran ini. Bagi kami ini sumber informasi penting,” ucapnya.
Itu pulalah yang menjadi salah satu alasan dia melakukan kunjungan kali ini. “Kami membutuhkan media dalam menyosialisasikan capaian kinerja. Begitu pula sebaliknya. Media membutuhkan informasi untuk pemberitaan. Tentunya diperlukan sinegritas yang baik antara kedua lembaga,” kata Yuni.
Meski baru beberapa bulan menjabat Kajati Sumbar, dia sudah mengancang-ngancang sejumlah program di luar tugas rutin sebagai penegak hukum. Salah satunya adalah Jaksa Mengajar.
Namun ini bukan seperti jaksa masuk sekolah atau kampus, yang hanya sebatas sosialisasi. Tapi lebih luas dari itu. “Untuk realisasinya kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Gayung bersambut. Gagasan tersebut sejalan dengan sejumlah program yang telah dilakukan Padang Ekspres. Seperti workshop kepenulisan guru dan wali nagari yang telah terlaksana sejak beberapa tahun terakhir.
“Tentunya ini bisa kita kolaborasikan,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Padang Ekespres Mhd Nazir Fahmi yang menyambut kunjungan tersebut bersama Pemimpin Redaksi Rommi Delfiano, Wapimred Suryani, Direktur Padek.jawapos.com dan Manajer Iklan Heri Sugiarto, Manager EO Two Efly, Direktur Padang Graindo Syukron Putra, Manager Keuangan Padang Graindo Nila Delfiani, Manager Pemasaran Koran Dicky Junaidy, Redaktur Pelaksana Ganda Cipta, serta Redaktur Eri Mardinal dan Zulkarnaini.
Two Efly menilai, khusus untuk para wali nagari, program ini akan sangat bermanfaat. Sebab, ada sekitar Rp 1 triliun lebih dana nagari atau desa yang dikelola sekitar 1034 nagari di Sumbar.
“Tidak semua wali nagari memiliki latar pendidikan hukum. Program Jaksa Mengajar ini tentu akan dapat mengantisipasi para wali nagari terjebak dalam pelanggaran pengelolaan dana desa atau nagari tersebut,” ungkapnya.
Yuni pun menyambut tawaran kolaborasi tersebut. “Kami dari kejati insya Allah dengan senang hati akan ikut serta. Mungkin banyak hal juga yang bisa kita kerja samakan ke depannya,” ucapnya. (yud)
Editor : Novitri Selvia