Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Buka Dugaan Beking Tambang Ilegal secara Terang, Kompolnas: Penanganan Perkara Solsel sesuai SOP

Suyudi Adri Pratama • Selasa, 26 November 2024 | 10:30 WIB
CEK FAKTA: Ketua Harian Kompolnas RI Irjen Purn Arief Wicaksono Sudiutomo melakukan pemeriksaan fakta dari kasus penembakan yang terjadi di Polres Solok Selatan. (ARDI/PADEK)
CEK FAKTA: Ketua Harian Kompolnas RI Irjen Purn Arief Wicaksono Sudiutomo melakukan pemeriksaan fakta dari kasus penembakan yang terjadi di Polres Solok Selatan. (ARDI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai penanganan kasus pembunuhan di Polres Solok Selatan (Solsel) sudah sesuai dengan peraturan berlaku.

Kesimpulan itu didapat setelah Kompolnas meninjau tempat kejadian peristiwa (TKP). Selain itu Kompolnas juga menggali keterangan dari Kapolda Sumbar, Kabid Direskrimsus, dan Kabid Propam.

“Kami melihat ini pelanggaran kode etik, karena pelakunya adalah anggota polisi aktif. Kami melihat perkara yang ditangani Polda Sumbar sudah sesuai dengan ketentuan peraturan, SOP, dan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Ketua Harian Kompolnas Irjen Purn Arief Wicaksono Sudiutomo, kemarin.

Di lapangan, sebutnya, Kompolnas mencek dan merespons penjelasan yang didapat, apakah sesuai fakta di lapangan. Lalu meminta penjelasan piket reserse, anggota reserse, provos, olah TKP, penembakan, barang bukti. Termasuk penembakan di rumah dinas kapolres.

“Seperti bukti yang ditemukan, berupa proyektil atau peluru, dari kamar rumah dinas Kapolres Solsel AKBP Arief Mukti. Termasuk selongsong. Kita sudah cek semua. Semuanya sudah sesuai dengan apa yang dilaporkan kepada kami,” jelasnya.

Arief menyampaikan, turunnya Kompolnas ke Polres Solok Selatan sebagai bentuk masukan ke Presiden RI Prabowo Subianto untuk menentukan arah kebijakan Polri.

Salah satunya mencek kasus-kasus yang menonjol di lingkungan Polri. Seperti halnya tragedi penembakan polisi oleh polisi di Polres Solok Selatan.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, pada Jumat dini hari (22/11) lalu, telah terjadi penembakan yang menewaskan Kasat Reskrim Polres Solsel AKP Ryanto Ulil Anshar di parkiran Polres Solsel.

Tersangka penembakan tersebut adalah Kabagops Polres Solsel AKP Dadang Iskandar yang beberapa jam setelah kejadian menyerahkan diri ke Polda Sumbar.

Dia sangat prihatin dengan persitiwa itu dan berpesan kepada seluruh personel Polres Solsel untuk tetap melaksanakan tugas secara normal.

“Semoga teman-teman di Polres Solsel melanjutkan tugas dengan baik. Semua tugas yang dilaksanakan harus dengan baik-baik. Apapun persoalan di tubuh personel Polres Solsel, harus di selesaikan secara baik-baik,” pesannya.

Selain Kompolnas, tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri juga mendatangi Polres Solsel kemarin. Tim tersebut dipimpin Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP, serta menelaah ulang kasus yang terjadi.

Pantauan Padang Ekspres Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik menuju TKP penembakan pukul 09.20 WIB. Tim Itwasum Mabes Polri memastikan lokasi tersebut steril pada saat peninjauan lokasi TKP.

Dia didampingi Wakapolres Solok Selatan Kompol Harry Mariza Putra beserta Auditor Kepolisian Madya TK I Mabes Polri Kombes Pol Moh Hidayat, Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo, Auditor Kepolisian Madya TK II Itwil V Mabes Polri Kombes Pol Gusti Ngurah Rai Maha Putra, dan Auditor Kepolisian Madya TK III Itwil V Mabes Polri Kombes Pol Agustinus Wibawanto.

Usai di TKP, tim menuju lokasi penembakan kedua, rumah dinas Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara.

Kemarin, Komisi III DPR RI juga menyambangi Polda Sumbar. Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Syahroni dan beberapa anggota komisi III lainnya bertemu dengan Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono membahas terkait insiden penembakan tersebut.

Dihadapan awak media Syahroni mengatakan kehadiran Komisi III DPR RI ke Sumbar untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi terkait kasus tersebut. Selain itu rombongan juga menemui tersangka penembakan dan menanyainya apa yang terjadi dalam kasus tersebut.

“Saya tidak bisa sebutkan apa yang tadi saya tanya di dalam sel. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh penyidik selaku penerapan tindak pidana yang dilakukan yang bersangkutan. Tapi minimal pesan daripada kami-kami ini semua datang ke sini adalah ingin masalah ini disikapi dengan lugas,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Komisi III meminta Kapolda Sumbar beserta jajaran untuk menutup semua illegal mining yang ada di Sumbar. “Siapapun dan apapun yang ada di lapangan segera tindak lanjuti. Karena ini adalah perintah Presiden langsung,” katanya.

Syahroni mengharapkan apa yang terjadi di Solsel dapat menjadi perhatian. Serta berharap Polda Sumbar melakukan pemeriksaan secara terang-terangan terkait apa yang terjadi dan dugaan keterlibatan upaya bekingan tambang illegal.

“Illegal mining dan galian C menurut saya, dua-duanya pada porsi yang sama. Pak Kapolda sudah memerintahkan tadi kepada kapolres untuk menyikapi semua yang terjadi yang di lapangan. Jangan sampai ada kejadian pada hal-hal yang kita tidak tahu pada prosesinya,” ujarnya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono mengatakan dalam pertemuan tersebut banyak petunjuk dan arahan dari Komisi III DPR RI selaku mitra kerja kepolisian.

“Kami telah menyampaikan kepada kapolresta serta jajaran apa yang menjadi perintah apa yang menjadi atensi. Kita juga akan menjelaskan apa yang menjadi hasil dari penyelidikan dan kami akan melakukan cooling system dengan terus menjaga kondisi di Sumbar untuk tetap kondusif,” ungkapnya.

Suharyono mengatakan, menjaga kondisi kondusif tersebut sangat diperlukan terlebih menjelang pelaksnaan pilkada serentak yang semakin dekat.

“Upaya-upaya yang kami lakukan akan kami matangkan, baru kami sampaikan ke pimpinan. Terkait perencanaan tentunya tidak dilaporkan namun apabila sudah action dan ada hasil baru kami sampaikan,” pungkasnya. (tno/yud)

Editor : Novitri Selvia
#Irjen Purn Arief Wicaksono Sudiutomo #AKBP Arief Mukti #Beking Tambang Ilegal #kompolnas #Polres Solsel #polisi tembak polisi di solok selatan