Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PT BPR Raga Dana Sejahtera, Aset Tumbuh, Kredit Naik, NPL Mengecil

Hendra Efison • Kamis, 25 Februari 2021 | 12:20 WIB
Photo
Photo
Ketika sebagian besar lembaga keuangan mulai mengalami “penurunan kinerja” di tahun 2020, realita sebaliknya justru terjadi pada PT BPR Raga Dana Sejahtera. Tahun buku 2020, total aset tumbuh 24,43 persen, Kredit tumbuh 22,77 persen, Dana Pihak Ketiga tumbuh 17,81 persen dan NPL mengecil hingga satu digit.

Tak mudah untuk mempertahankan sebuah kinerja positif apalagi sampai menghasilkan pertumbuhan usaha ditahun 2020. Pascawabah Covid-19 mendera, ekonomi betul betul dipukul lesu. Perlambatan terjadi hampir diseluruh sector tak terlepas disektor keuangan. Namun, manajemen PT BPR Raga Dana Sejahtera tak mau larut dengan kondisi sulit tersebut. Buktinya, di tengah perlambatan ekonomi tersebut PT BPR Raga Dana Sejahtera masih mampu bertumbuh double digit.

“Alhamdulillah tahun 2020 kita masih mampu menjaga dan mempertahankan pertumbuhan usaha doble digit. Semua target tercapai dengan baik dan bertumbuh dengan signifikan. Total asset tercatat sebanyak Rp 24,90 Miliar, Realisasi Kredit tercapai Rp 21,35 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 16,60 Miliar. Sementara itu Non Perfomance Loan (NPL) makin mengecil dan Laba Bersih Usaha tercapai sebanyak Rp 416 Juta,” ujar Direktur Utama PT BPR Raga Dana Sejahtera Riko Putra yang didampingi Direkturnya Septiderya Musfa, Kamis (25/2/2021).

Menurut Riko, menghasilkan pertumbuhan usaha dan peningkatan kualitas usaha sudah menjadi tekad kuat team work di PT BPR Raga Dana Sejahtera. Kerja keras dilakukan untuk mewujudkan itu, apalagi kita sama sama merasakan bagaimana beratnya ekonomi ditahun 2020 akibat deraan Covid-19.

Aset Tumbuh


Sepanjang tahun 2020, PT BPR Raga dana Sejehtera berhasil mencatat lompatan cukup besar dalam meningkatkan total assetnya. Total asset yang mampu dibukukan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 24,90 Miliar atau bertumbuh secara year on year sebesar 24,43 persen dibandingkan total asset tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 20,01 Miliar.

Tumbuh siginifikannya realisasi Asset sama sama dikontribusi maksimum oleh dua fungsi utama perbankan di BPR raga Dana Sejahtera. Baik dibidang dana maupun dalam penyaluran kredit.

Ekspansi Kredit


Ketika mayoritas lembaga keuangan mengalami kesulitan untuk menyalurkan kredit ditengah melesunya ekonomi di Kota padang PT BPR Raga Dana Sejehtara justru sebaliknya. Keinginan untuk melakukan ekspansi kredit berjalan dengan baik, target yang ditetapkan dalam rencana bisnis bank mampu dilampaui.

“Alhamdulillah, realisasi kredit kita ditahun 2020 berjalan dengan baik. Total kredit yang mampu kita salurkan ditahun 2020 tercatat sebanyak Rp 21,35 Miliar atau bertumbuh 22,77 persen dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu,” ujar Riko Putra.

Tumbuh signifikannya realisasi kredit memberikan dampak yang cukup bagus terhadap pendapatan bunga. Per 31 Desember tercatat total pendapatan bunga yang mampu dihasilkan tercatat sebanyak Rp 3,18 Miliar atau tumbuh 36,48 persen dibandingkan pendapatan bunga tahun 2019 yang lalu sebesar Rp 2,33 Miliar.

Selain berhasil mengangkatan pendapatan bunga, ekspansi kredit ditahun 2020 juga terbilan berjalan sesuai dengan rencana. Setidaknya, kualitas aktiva produkti PT BPR Raga Dana Sejahtera cendrung semakin membaik. Jika tahun lalu dan tahun tahun sebelumnya realisasi Non Perfomance Loan mencapai double digit kini turun menjadi single digit. “Target kita NPL ini terus mengecil hingga dibawah angka 3 persen,” ucap Riko.

Dana Pihak Ketiga


Berbanding lurus dengan kinerja kredit, Dana Pihak Ketiga di tahun 2020 juga mengalami pertumbuhan. Total dana pihak ketiga yang mampu dihimpun ditahun 2020 tercapai sebanyak Rp 16,60 Miliar atau tumbuh secara year on year sebesar 17,81 persen dibandingkan realisasi dana pihak ketiga tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 14,09 Miliar.

Dari dua produk penghimpun dana, baik tabungan maupun deposito sama sama menghasilkan pertumbuhan. Total dana tabungan tahun 2020 tercatat Rp 6,21 Miliar atau tumbuh dibandingkan dana tabungan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 6,07 Miliar. Begitu juga dengan Dana deposito yang mampu terhimpun sebanyak Rp 10,39 miliar atau tumbuh 29,36 persen dibandingkan total dana deposito tahun 2019 yang lalu dengan nilai Rp 8,02 Miliar.

“Konfigurasi sumber dana kita memang masih didominasi oleh deposito. Kita merencakana beberapa tahun kedepan, konfigurasi ini secara bertahap akan kita imbangi dengan dana tabungan demi menekan cost of fund,” ujar Riko.

Bertumbuhnya dana, juga tak selama bagus bagi sebuah lembaga keuangan. Setidaknya ini akan berdampak pada meningkatnya biaya dana. Beban bunga yang mesti dipikul BPR Raga Dana Sejahtera di tahun 2020 tercatat 1,17 Miliar atau naik dibandingkan beban bunga tahun 2019 yang lalu yang hanya 798 juta.

BOPO Mengecil, Intermediasi Naik
Sukses dalam meningkatkan kuantitas usaha juga diringi dengan kian membaiknya kualitas usaha di BPR Raga Dana Sejahtera. Indikator ini bisa terlihat dengan jelas dari indicator ratio keuangan yang mampu ditorehkan di tahun 2020.
“Sejumlah indicator utama kita cendrung semakin membaik. Mulai daro RoA (return on Asset, RoE (Return on Equity), LDR (Loan to deposit Ratio) hingga ke ratio Biaya operasional berbanding pendapatan operasional”’ ucap Riko.

Tahun lalu BOPO BPR Raga Dana Sejehtera masih berada diatas diangka 87 persen dan tahun 2020 berhasil ditekan hingga menjadi 85,27 persen. Sedangkan intermediasi juga cendrung semakin baik. Realisasi LDR di tahun 2020 tercatat 90.80 persen. Pencapaian ini jauh berada di atas rata rata pertumbuhan kredit secara nasional.

PT BPR Raga Dana Sejahtera semenjak tiga tahun terakhir mulai bangkit dan mampu meningkatkan kualitas usahanya. Dari posisi menderita kerugian beberapa tahun lalu, semenjak tiga tahun terakhir berhasil membalikkan keadaan hingga mampu membukukan laba.

Selain berhasil membukukan laba, kualitas usaha juga terlihat cenderung semakin membaik. Setidaknya ini bisa dilihat dari tahun ke tahun realisasi BOPO semakin mengecil, LDR semakin meningkat dan NPL yang kian menurun.

“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Terkhusus untuk nasabah setia kami, team work yang sudah bekerja keras. Semoga tahun 2021 ini kita bisa jauh lebih baik lagi,” tukas Riko. (two) Editor : Hendra Efison
#Dirut Riko Putra #Aset Tumbuh #Kredit Naik #NPL Mengecil #PT BPR Raga Dana Sejahtera