Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Adang : Industri Pengolahan IKM Tekstil Bisa Menjadi Champion Ekonomi Sumbar

Hendra Efison • Sabtu, 16 Maret 2024 | 16:04 WIB

Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Penyampaian Outlook Perekonomian Provinsi Sumatera Barat, Jumat (15/3).
Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Penyampaian Outlook Perekonomian Provinsi Sumatera Barat, Jumat (15/3).
PADEK.JAWAPOS.COM—Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ekonomi nasional dan Sumbar masih bisa tumbuh. Tahun 2023 ekonomi nasional tumbuh 5,04 persen dan Sumbar 4,62 persen.

“Nah, angka 4,62 persen ini masih di bawah Pre-pandemi, belum mencapai normalisasi seperti sebelum Covid-19 lalu. Namun demikian Sumatera Barat dibanding provinsi lainnya, kita berada di tengah. Pertumbuhan ekonomi kita nomor enam terbaik di Sumatera,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Endang Kurnia Saputra dalam Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Penyampaian Outlook Perekonomian Provinsi Sumatera Barat, Jumat (15/3) kemarin. Dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, forkopimda, bupati/wali kota, pimpinan bank di Sumbar dan lainnya.

Adang, sapaan akrab Endang Kurnia Saputra mengatakan, ekonomi Sumbar masih bisa didorong. Ada beberapa sektor yang bisa dioptimalkan untuk pendorong ekonomi Sumbar. Antara lain, jasa keuangan, pertanian, jasa pendidikan, konstruksi, perdagangan dan pergudangan.

“Namun kami melihat sektor pertambangan berada di kwadran merah saat ini,” ujarnya. Kemudian sektor industri pengolahan. Pihaknya akan berfokus pada sektor ini ke depannya untuk pendorong ekonomi Sumbar.

Adang juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumbar 2024 . “Kami melihat ekonomi Sumbar akan tumbuh antara 4,51 persen sampai 5,31 persen,” ujarnya.

Adang menyebut ada tiga hal Sumbar bisa mencapai angka 5,31 persen tersebut. Pertama sektor pertanian didukung sektor industri.  Misalnya hilirisasi pertanian tananam pangan. Kemudian pertanian perkebunan yang berperan sangat penting dalam perekonomian Sumbar. Sektor selanjutnya, industri CPO.

Kedua yang bisa tumbuh sangat baik adalah indsutri tekstil yang bisa bersaing di tingkat nasional. Contohnya tenun kubang, pandaisikek, silungkang dan lainnya. Kemudian industri garmen seperti mukenah, bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi Sumbar ke depan.

“Jadi kami melihat pertanian, pendidikan dan industri pengolahan IKM tekstil bisa menjadi champion ekonomi Sumatera Barat ke depan,” ujarnya.

Strategi kedua adalah akselerasi sektor produktif seperti sektor pertanian bisa membuat multiplier effect yang jauh lebih baik daripada kondisi saat ini. Karena 78 - 80 persen masyarakat Sumbar bekerja di sektor pertanian. Pertanian tetap dipelihara dan sebaik-baiknya bisa naik kelas karena pertanian di Sumbar belum skala industri, khususnya untuk tanaman pangan.

Selanjutnya, perlu penguatan agar investor datang dan menanamkan modalnya di Sumbar. Lalu mencari sumber pertumbuhan baru yakni pariwisata. Keunggulan lainnya Sumbar bisa jadi wisata ramah muslim dunia.

Gubernur Sumbar menyambut baik gagasan dari BI Sumbar tersebut. Apalagi Sumbar tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2025-2045. “Ini momen yang tepat dilakukan Bank Indonesia pada saat ini,” ujarnya. (eni/s)

Editor : Hendra Efison
#pertumbuhan ekonomi #Adang #Champion Ekonomi Sumbar #IKM Tekstil #industri pengolahan