Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR Harau, Bukukan Laba Rp1,83 Miliar, Deviden Yield 23 Persen

Two Efly • Senin, 3 Maret 2025 | 06:00 WIB

Yudhistira Amri dan Epi Muluk saat menerima penghargaan TOP 100 BPR.
Yudhistira Amri dan Epi Muluk saat menerima penghargaan TOP 100 BPR.
PT BPR Harau kembali mencatatkan kinerja terbaiknya tahun 2024. Total Aset tercapai Rp114,06 Miliar, realisasi Kredit sebesar Rp84,09 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp97,44 Miliar dan Laba Bersih Usaha sebesar Rp1,83 Miliar. Capaian kinerja ini bertumbuh secara year on year.

Laporan — Two Efly, Harau

Sebagai salah satu BPR dengan aset di atas 100 Miliar, PT BPR Harau terus mencatatkan trend positif dalam kinerja usahanya. Selain total Aset yang terus meningkat, besaran laba bersih usaha yang dicatatkan juga kian menebal. Trend positif ini menunjukkan bahwa PT BPR Harau sudah mampu menjaga sustainable usaha.

"Alhamdulillah tahun 2024 ini kita di BPR Harau masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha dan meningkatkan laba usaha. Total Asset tercapai Rp114,06 Miliar, realisasi Kredit tercatat Rp 84,09 Miliar, Dana Pihak Ketiga terhimpun sebanyak Rp97,44 Miliar dan Laba Bersih Usaha meningkat dari Rp1,72 Miliar ditahun 2023 naik menjadi Rp1,83 Miliar ditahun 2024. Sementara itu kualitas kredit berhasil tingkatkan dengan capaian ratio NPL sebesar 2,52 persen dan ratio BOPO bisa ditekan menjadi 86,48 persen. Mudah-mudahan trend positif ini mampu kami tingkatkan di tahun 2025,” ujar Direktur Utama PT BPR Harau, Epi Muluk, didampingi Direkturnya Yudhistira Amri kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menurut Epi, tak mudah untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja sebuah lembaga keuangan. Selain dibutuhkan kerja keras, juga diperlukan langkah langkah strategis agar apa yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dapat berjalan dengan baik. "Itulah yang kami lakukan, alhamdulillah aset bertumbuh, realisasi kredit meningkat dan laba usahapun dapat ditingkatkan.

Aset, Dana dan Beban

Dikutip dari Laporan Keuangan Publikasi tahun 2024 tercatat total Aset PT BPR Harau sebesar Rp114,06 Miliar. Realisasi aset ini bertumbuh secara year on year.

Bertumbuhnya realisasi aset dipicu oleh membaiknya kinerja dana dan distribusi kredit sepanjang tahun 2024. Hingga akhir Desember 2024 total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sebanyak Rp97,44 Miliar atau bertumbuh secara year on year.

Dari dua produk penghimpun dana, keduanya mencatatkan pertumbuhan. Total Dana Tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2024 sebanyak Rp41,82 Miliar atau bertumbuh secara year on year. Sementara itu dana Deposito terhimpun sebesar Rp 55,62 Miliar atau bertumbuh dibandingkan tahun 2023 yang lalu.

Bertambahnya Dana tentulah berdampak pada beban bunga (cost of fund). Beban bunga Kontraktual selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 4,26 Miliar atau tumbuh dibandingkan tahun 2023 yang lalu.

Kredit dan Pendapatan

Pertumbuhan yang lebih baik terlihat pada realisasi Kredit. Total kredit yang mampu disalurkan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 84,09 Miliar. Realisasi kredit ini bertumbuh 8,59 persen secara year on year. Selain bertumbuh, capaian kredit ini juga mencapai target yang tertuang dalam RBB.

Baca Juga: Melirik Kinerja PT BPR Batang Kapas Catatkan Pertumbuhan Usaha Double Digit

Meningkatnya realisasi kredit tentulah berdampak pada pendapatan usaha. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 14,25 Milyar atau tumbuh 9,78 persen secara year on year. Sementara itu pendapatan lainnya tercapai Rp 287 juta atau tumbuh 14,80 persen dibandingkan tahun lalu.

"Secara akumulatif Pendapatan Operasional kita tahun 2024 sebanyak Rp 14,54 Miliar. Realisasi Pendapatan Operasional ini bertumbuh 9,81 persen secara yearnon year," ujar Epi Muluk.

NPL, BOPO dan Laba

Keberhasilan manajemen dalam meningkatkan kuantitas usaha juga mampu diiiringi dengan peningkatan kualitas aktiva produktif. Sebut saja kualitas kredit. Per 31 Desember 2024 ratio NPL tercatat sebesar 2,52 persen.

Begitu juga dalam tata kelola biaya serta operasional usaha. Di tengah naiknya biaya dana di tahun 2024, namun manajemen PT BPR Harau masih mampu mengendalikan beban operasional. Buktinya, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih bisa ditekan hingga tercapai 86,48 persen.

"Akumulasi dari kinerja positif inilah yang bermuara pada pencapaian laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp1,72 Miliar di tahun 2023 naik menjadi Rp1,83 Miliar di tahun 2024 atau tumbuh 6,39 persen secara year on year," tukas Epi Muluk.

Dari data Padang Ekspres, PT BPR Harau merupakan salah satu dari empat BPR di Sumbar yang mampu mencatatkan aset melampaui Rp100 Miliar. BPR yang berkantor pusat di Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota ini merupakan salah satu BPR yang berkinerja sangat bagus.

Sejumlah penghargaan berhasil diraih oleh BPR Harau ini. Mulai dari info bank award, Golden Info Bank Award atas kinerja sangat bagus selama 10 tahun berturut-turut hingga TOP 100 the best Finance oleh majalah Finance.

"Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak untuk kerjasamanya. Semoga di tahun 2025 ini PT BPR Harau bisa menorehkan lompatan kinerja kembali," tukas Epi dan Yudhistira.(*)

Editor : Hendra Efison
#bukukan laba #Deviden Yield 23 Persen #PT BPR Harau #Total Aset Tumbuh