Ketidakpastian geopolitik serta prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve masih menopang kenaikan harga emas untuk pekan ketiga berturut-turut.
Harga emas spot melemah 1% ke level $3.015,43 per ons pada pukul 01:43 p.m. ET.
Sementara itu, emas berjangka AS ditutup turun 0,7% ke $3.021,40. Meskipun demikian, emas masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 1%.
Sebagai aset safe-haven, emas terus menarik minat investor di tengah ketidakpastian global.
Tahun ini, emas telah mencetak 16 rekor tertinggi, termasuk level tertinggi sepanjang masa di $3.057,21 per ons pada Kamis (21/3).
Analis dari Marex, Edward Meir, mengatakan bahwa pasar emas mengalami jeda setelah reli panjang. "Ada aksi ambil untung di level ini dan juga dolar AS lebih kuat hari ini," ujarnya.
Mata uang dolar AS naik 0,3%, mencapai level tertinggi dalam dua minggu, yang membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Suku Bunga The Fed & Konflik Geopolitik
Investor masih mencermati kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Rabu lalu (20/3).
Namun, bank sentral AS mengisyaratkan adanya dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun ini.
Pasar memperkirakan total pemangkasan 71 basis poin tahun ini, dengan dua kali penurunan masing-masing 25 basis poin, dan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juli, menurut data LSEG.
Di sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah Israel mengumumkan eskalasi serangan udara, darat, dan laut terhadap Hamas di Gaza, menandai berakhirnya gencatan senjata selama dua bulan dan dimulainya invasi militer besar-besaran.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan:
- Perak turun 1,7% ke $32,97 per ons
- Platinum turun 1,1% ke $973,45 per ons
- Palladium sedikit naik 0,1% ke $953,14 per ons.
Ketiga logam ini berada di jalur penurunan mingguan.(*)
Editor : Heri Sugiarto