Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPRS Balerong Bunta, Aset Tumbuh 26,26 Persen, Laba Tumbuh 86,69%

Two Efly • Senin, 14 April 2025 | 06:00 WIB

Team Work PT BPRS Balerong Bunta di Tanahdatar.
Team Work PT BPRS Balerong Bunta di Tanahdatar.
Pascakonversi PT BPRS Balerong Bunta terus mencatatkan kinerja positif. Tahun 2024, trend itu kembali dipertahankan. Total aset tercapai Rp17,5 Miliar, Pembiayaan yang disalurkan sebanyak Rp11,7 Miliar, Pendanaan yang berhasil dihimpun sebesar Rp10,5 Miliar. Seluruh indikator usaha ini bertumbuh secara year on year.

Laporan—Two Efly, Tanahdatar

Secara konsisten Manajemen PT BPRS Balerong Bunta terus mencatatkan trend positif kinerja. Selain berhasil membukukan pertumbuhan double digit, besaran aset, pendanaan dan pembiayaan yang disalurkan pun terus bertambah.

"Alhamdulilah, tahun buku 2024 kita masih bisa menjaga tradisi pertumbuhan. Baik pertumbuhan aset, pembiayaan hingga ke pertumbuhan laba. Per 31 Desember 2024 tercatat total aset sebesar Rp17,5 Miliar, Pembiayaan yang disalurkan sebanyak Rp11,7 Miliar, Pendanaan yang dihimpun sebesar Rp10,5 Miliar. Ketiga indikator usaha ini bertumbuh double digit secara year on year. Mudah-mudahan tahun 2025 ini PT BPRS Balerong Bunta bisa tumbuh lebih baik lagi,” ujar Direktur Utama PT BPRS Balerong Bunta, Yuzakki Azwar, Minggu (13/4/2025).

Menurut Yuzakki, berhasilnya manajemen menjaga trend pertumbuhan double digit tak terlepas dari kerja keras team work dan berjalan dengan baiknya Rencana Bisnis Bank (RBB). Baik dalam menghimpun dan maupun dalam mendistribusikan kembali dalam bentuk pembiayaan. Ke depan kita akan terus memacu dana dan pembiayaan ini sambil berupaya keras meningkatkan kualitas aktiva produktif.

Aset dan Dana

Dari audit yang dilakukan di akhir tahun 2024 tercatat total aset BPRS Balerong Bunta sebanyak Rp17,5 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 26,26 persen secara year on year. Selain tumbuh double digit, realisasi aset ini juga melampaui target RBB.

Bertumbuhnya Aset sama-sama dikontribusi oleh membaiknya kinerja pembiayaan dan pendanaan selama tahun 2024. Total Pendanaan yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp10,5 Miliar. Realisasi pendanaan ini juga bertumbuh 15,37 persen secara year on year.

Dari dua produk penghimpun dana, tabungan wadiah (titipan) lebih mendominasi. Total tabungan wadiah yang mampu dihimpun sebanyak Rp 6,6 Miliar. Realisasi tabungan wadiah ini bertumbuh 21,27 persen dibandingkan tabungan wadiah tahun 2023 yang lalu. Sementara itu Deposito Mudarabah terhimpun sebanyak Rp 3,9 Miliar.

Pembiayaan dan Pendapatan

Sama halnya dengan pendanaan, kinerja Pembiayaan BPRS Balerong Bunta tahun 2024 juga bertumbuh double digit. Total pembiayaan yang mampu disalurkan sebanyak Rp 11,7 Miliar. Realisasi pembiayaan ini bertumbuh 15,02 persen secara year on year.

Bertumbuhnya Pembiayaan tentulah berdampak pada pendapatan. Pendapatan dari peyaluran dana tercatat Rp 1,6 Miliar atau tumbuh 250,64 persen secara year on year.

Dari data Padang Ekspres, Bank Syariah Balerong Bunta telah mengikuti perkembangan teknologi dengan memperbaharui software termasuk pengembangan fitur-fitur baru berbasis digital, seperti; Notifikasi transaksi perbankan yang diterima langsung setiap nasabah yang memiliki aplikasi whatsapp (WA).

Selain menerapkan teknologi, Bank Syariah Balerong Bunta juga secara bertahap melakukan penguatan fundamental usaha dengan penambahan modal inti minimum. Per 31 Desember 2024 modal inti minimum sebesar Rp 6 Miliar pun sudah dipenuhi pemegang saham. 

Sementara untuk pembiayaan manajemen terus melakukan diserfikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah sedangkan untuk pendanaan manajemen melakukan upaya jemput bola dengan  mobil Layanan Kas serta aplikasi Bank Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) yang telah mendapatkan rekomendasi dari OJK.

Dari data Padang Ekspres, PT BPRS Balerong Bunta selain melakukan penguatan fundamental usaha dengan reinvestasi (penambahan modal) juga menempatkan sejumlah tokoh syariah. Sejumlah pelaku ekonomi syariah seperti Prof Dr H Syukri Iska MAg dan Dr Rizal MAg ditempatkan sebagai Dewan  Pengawas Syariah untuk memberikan advice operasional ke Direksi.

"Kita betul-betul ingin memaksimalkan setiap potensi yang ada untuk membesarkan ekonomi syariah dan BPRS Balerong Bunta menjadi bagian dari ikhtiar itu,” tukas Komisaris Utama PT BPRS Balerong Bunta, H Syaiful Zen. (*)

Editor : Hendra Efison
#Aset Tumbuh #Laba Tumbuh #PT BPRS Balerong Bunta