Laporan—Two Efly, Tua Pejat
Tradisi menorehkan pertumbuhan usaha masih mampu dijaga dengan baik oleh manajemen PT BPR Sipora Mentawai. Seluruh Indikator usahanya masih bertumbuh secara year on year.
Mulai dari besaran aset, realisasi Kredit, Dana Pihak Ketiga hingga ke besaran laba. Selain usaha yang terus bertumbuh, Kualitas Aktiva Produktif juga makin bagus seiring meningkatnya kualitas kredit dan tata kelola biaya.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Sapi Mulai Naik Peternak Persiapkan Stok Sapi
"Alhamdulillah, tahun 2024 kita masih mampu meningkatkan usaha dan menebalkan laba. Total Aset tercapai Rp 25,02 Miliar, realisasi Kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 20,85 Miliar, Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sebanyak Rp 13,18 Miliar dan laba bersih usaha naik dari Rp 688 juta di tahun 2023 naik menjadi Rp 736 Juta. Selain indikator usaha yang bertumbuh, kualitas aktiva produktif juga meningkat seiring menurunya Ratio NPL dan Ratio BOPO,” ujar Direktur Utama PT BPR Sipora Mentawai Alfianto Afrikal kepada Padang Ekspres kemarin.
Menurut Alfianto, membaik dan masih mampunya pertumbuhan usaha dicatatkan tak terlepas dari kerja keras team work dan berjalan dengan baiknya Rencana Bisnis Bank. Seluruh potensi mampu dimaksimalkan untuk menghasilkan pertumbuhan usaha. Semoga trend positif ini masih mampu kita pertahankan dimasa mendatang.
Aset, Dana dan Kredit
Dikutip dari Laporan keuangan Publikasi tahun 2024 tercatat total Aset PT BPR Sipora Mentawai sebanyak Rp 25,02 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh sebesar 6,60 persen secara year on year.
Bertumbuhnya aset sama sama di kontribusi oleh membaiknya kinerja Dana dan realisasi Kredit. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dibukukan sebanyak Rp 13,18 Miliar atau tumbuh 2,17 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama mencatatkan pertumbuhan usaha. Total dana tabungan yang mampu dihimpun sebanyak Rp 13,18 Miliar. Realisasi dana tabungan ini juga bertumbuh secara year on year. Sementara dana deposito terhimpun sebesar Rp 5,64 Miliar.
Bertumbuhnya dana tentulah berdampak pada peningkatan beban bunga. Beban bunga kontraktual yang musti dipikul sebanyak Rp 847 Juta atau bertumbuh dibandingkan tahun 2023 yang lalu.
Kredit dan Pendapatan
Sama dengan dana, kinerja Kredit PT BPR Sipora Mentawai tahun 2024 sebanyak Rp 20,85 Miliar. Realisasi Kredit ini bertumbuh 11,02 persen secara year on year.
Bertumbuhnya kredit tentulah berdampak pada pendapatan. Pendapatan bunga yang berhasil dibukukan sebanyak Rp 5,52 Miliar dan pendapatan lainnya sebanyak Rp 256 juta. "Pendapatan Operaaional yang mampu dicatatkan tahun 2024 sebesar Rp 5,78 Miliar,” ujar Alfianto.
NPL, BOPO dan Laba
Selain mencatatkan pertumbuhan usaha, PT BPR Sipora Mentawai tahun 2024 juga mampu meningkatkan kualitas aktiva produktifnya. Indikator ini terlihat jelas pada peningkatan kualitas Kredit dan tata kelola biaya.
Per 31 Desember 2024 tercapai 1,64 persen. Artinya dari Rp 20,85 Miliar total kredit yang disalurkan berada dalam status sehat dan lancar. Begitu juga dengan tata kelola biaya. Ratio Biaya Operasional berhasil ditekan hingga menjadi 85, 22 persen.
"Aset yang bertumbuh, kredit yang meningkat dan biaya yang terkendali inilah yang berdampak pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 688 Juta naik menjadi Rp 736 Juta atau tumbuh 6,96 persen secara year on year,” ujar Alfianto.
Dari data Padang Ekspres, PT BPR Sipora Mentawai merupakan Peseroda yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemkab Kepulauan Mentawai. BPR yang berkantor pusat di Tua Pejat Pulau Sipora ini semenjak 10 tahun terakhir selalu mampu menorehkan lompatan kinerja. Mulai dari besaran aset, realisasi Kredit hingga besaran laba.
Selain menorehkan lompatan kinerja, PT BPR Sipora Mentawai juga banyak mendapatkan apresiasi. Mulai dari Infobank Awards, Top 100 BUMD terbaik menurut majalah Infobank dan The Best perfomance BUMD dari majalah Finance. (*)
Editor : Hendra Efison