Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sentra IKM Hortikultura Tanahdatar Diresmikan, Bupati: Dari Tomat Terbuang Jadi Produk Bernilai Tinggi

Hendra Efison • Selasa, 6 Mei 2025 | 20:50 WIB

Bupati Tanahdatar Eka Putra melihat produk olahan yang dihasilkan oleh Sentra IKM Hortikultura Tanahdatar, Selasa (6/5/2025).
Bupati Tanahdatar Eka Putra melihat produk olahan yang dihasilkan oleh Sentra IKM Hortikultura Tanahdatar, Selasa (6/5/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebuah perjalanan dari keresahan hingga realisasi program pembangunan ekonomi lokal akhirnya terwujud. Ide untuk mendirikan Sentra IKM Pengolahan Produk Hortikultura Tanahdatar berawal dari momen sederhana yang menyentuh.

Bupati Tanahdatar Eka Putra menyaksikan tumpukan tomat dan cabai hasil panen petani yang membusuk di pinggir jalan karena harga anjlok saat panen raya.

“Saat berkeliling daerah, saya melihat tomat dan cabai melimpah tapi terbuang karena tidak laku. Hal itu menyadarkan saya, Tanahdatar butuh solusi jangka panjang,” kenang Eka Putra saat launching dan peresmian Sentra IKM tersebut, Selasa (6/5/2025) di Kecamatan Salimpaung.

Berangkat dari kondisi itu, Pemkab Tanahdatar menggagas ide hilirisasi pertanian melalui pengolahan hasil panen menjadi produk jadi seperti saus sambal, saus tomat, cabai giling, dan olahan lainnya.

Setelah diajukan ke Kementerian Perindustrian pada 2023, bantuan akhirnya turun pada 2024 dan kini Sentra IKM Hortikultura resmi berdiri.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita, Sekretaris Dirjen Yedi Sabaryadi, Direktur IKM Pangan Bayu Fajar Nugroho, jajaran DPRD Tanahdatar, serta kepala OPD, camat, wali nagari dan masyarakat.

“Sentra ini bukan sekadar bangunan atau pabrik, tapi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan pelaku IKM. Hilirisasi akan meningkatkan nilai produk, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujar Eka Putra.

Ia juga mengimbau camat dan wali nagari di kawasan sentra hortikultura seperti Salimpaung, Sungai Tarab, Tanjung Baru, Lintau Buo Utara, dan X Koto untuk mendorong pemanfaatan fasilitas ini secara optimal.

Dirjen IKMA Reni Yanita menegaskan bahwa bantuan pembangunan Sentra IKM berasal dari anggaran 2024. Ia berharap keberadaan sentra ini dapat dioptimalkan pemerintah daerah dan masyarakat secara berkelanjutan.

“Setelah dibangun, tugas berikutnya adalah menjamin ketersediaan bahan baku—cabai, tomat, dan tanaman hortikultura lainnya. Ini jadi tantangan bersama Pemda dan petani,” ujarnya.

Reni juga berpesan agar pengelolaan Sentra IKM dilakukan secara profesional dengan menunjuk SDM yang inovatif, bertanggung jawab, dan mampu mengembangkan potensi sentra secara maksimal.

Kadis Nakerin Tanahdatar, Suhermen, menambahkan pembangunan Sentra IKM ini didanai melalui DAK 2024 sebesar Rp9 miliar lebih—Rp7 miliar untuk infrastruktur dan mesin, serta Rp2 miliar untuk pelatihan dan pemberdayaan IKM.

“Sentra ini kami bangun dengan harapan menjadi pusat inovasi dan produksi hortikultura. Kami komit mengelola dan mengembangkan sentra ini agar bermanfaat luas bagi petani dan pelaku IKM,” jelas Suhermen.

Dengan diresmikannya Sentra IKM Hortikultura ini, Kabupaten Tanahdatar mengambil langkah konkret dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis pertanian melalui hilirisasi dan inovasi produk lokal, sekaligus memberi nilai tambah bagi hasil bumi Minangkabau.(*)

Editor : Hendra Efison
#Nagari Hub #Dari Tomat Terbuang Jadi Produk Bernilai Tinggi #Sentra IKM Hortikultura Tanahdatar