Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas di Padang Stabil di Level Rp 4.100.000

Shyntia Aprizani • Rabu, 11 Juni 2025 | 11:24 WIB

Pegawai Toko Emas Singgalang sedang melayani pembeli, kemarin.
Pegawai Toko Emas Singgalang sedang melayani pembeli, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga emas di Kota Padang tercatat stabil dalam beberapa waktu terakhir. Namun, tren stabilitas harga ini tidak diiringi oleh peningkatan aktivitas jual beli di sejumlah toko emas.

Bahkan, para penjual justru mencatat adanya penurunan minat dari masyarakat untuk membeli emas, meski nilainya tergolong tidak fluktuatif.

Pantauan Padang Ekspres pada Selasa (10/6), harga emas berada di angka Rp 4.100.000 per emas (2,5 gram). Angka tersebut tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Namun demikian, suasana di beberapa toko emas di kawasan Pasar Raya Padang terpantau lesu. Di Toko Mas Singgalang, misalnya, hampir tak terlihat antrean pembeli seperti yang biasa terjadi ketika harga emas melonjak.

“Jumlah pembeli menurun sekitar 20 persen dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun harga stabil, minat beli masyarakat malah turun,” ujar Andriyandi, penjual emas di toko tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Roy, penjaga toko di Toko Mas Cantika. Ia menilai bahwa lesunya pembelian emas bukan karena masyarakat tidak memahami pentingnya investasi, melainkan karena faktor ekonomi keluarga yang mendesak.

“Bukan mereka tidak mengerti konsep investasi emas. Tapi mungkin sekarang lebih fokus pada kebutuhan pokok daripada investasi. Prioritasnya bergeser,” ungkap Roy.

Sementara itu, sejumlah pengunjung yang ditemui Padang Ekspres juga menyatakan hal senada. Salah satunya adalah Wina, 37, ibu rumah tangga di kawasan Kuranji. Ia mengaku tertarik untuk membeli emas, namun harus menunda karena anggaran rumah tangga sedang ketat.

“Sekarang fokus dulu ke kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan harian. Kalau ada lebih, baru bisa pikir beli emas,” katanya.

Menanggapi kondisi ini, Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menyatakan bahwa meskipun daya beli masyarakat menurun, emas tetap menjadi instrumen investasi jangka panjang yang aman dan memiliki daya tahan terhadap inflasi serta fluktuasi nilai tukar.

“Investasi emas itu bukan untuk cari untung cepat, tapi untuk jangka panjang. Emas bisa jadi penyelamat ketika ekonomi sedang sulit,” ujarnya.

Ia menyarankan agar masyarakat membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan finansial, bukan dalam jumlah besar sekaligus. Cara ini dinilai lebih aman dan menghindari kerugian dari pergerakan harga yang fluktuatif.

“Cicil beli emas itu lebih bijak. Misalnya sebulan sekali, atau setiap ada dana lebih. Itu lebih aman daripada menunggu harga naik atau turun tajam,” imbuh Syafruddin.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membeli emas di tempat yang resmi dan terpercaya, serta menyimpan emas dengan cara aman, baik melalui brankas pribadi maupun memanfaatkan layanan tabungan emas di bank syariah.

“Jangan hanya beli, tapi juga pikirkan bagaimana menyimpannya. Gunakan brankas di rumah, atau bisa juga tabungan emas di bank yang sudah punya fasilitas itu,” pungkasnya. (shy)

Editor : Adetio Purtama
#harga emas #stabil #padang