Tim Ekspedisi akan mengedarkan uang rupiah di sejumlah pulau di Kepulauan Mentawai. Tujuannya untuk menjaga kedaulatan rupiah sebagai satu-satunya mata uang di NKRI di daerah 3T (terdepan, terluar dan tepencil).
Pelepasan dilakukan Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Pusat, Ahmad Anwar Bashori, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, M Abdul Majid Ikram, Komandan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI Sarimpuan Tanjung dan stakeholder terkait lainnya.
Ahmad Anwar Bashori dalam sambutannya mengatakan, pengedaran uang di daerah 3T ini amanah dari Undang-undang Nomor 17 Tahun 2011, bahwa Bank Indonesia harus menyediakan uang untuk NKRI. ”Kita bekerja sama dengan angkatan laut untuk pengedaran uang di daerah 3T (terdepan, teluar dan terpencil),” ujarnya.
Ahmad Anwar merinci, untuk tahun 2025 ini pengedaran uang akan dilakukan di 18 lokasi se Indonesia. Ada 90 pulau. Rata-rata dalam sekali ekspedisi menyambangi 5 pulau selama lima hari. Termasuk di Sumbar. Misinya menukarkan uang yang lusuh dan tak layak edar ditukarkan dengan uang yang baru dari BI.
Dalam sekali ekspedisi tim membawa uang sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 22 miliar. ”Nominal yang dibawa bervariasi, ada yang Rp 22 miliar dan di sini (Sumbar) Rp 5 miliar,” ujarnya.
Ekspedisi ini sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah 3T melalui transaksi dengan uang baru dan sekaligus sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah.
Awak kapal sendiri selain dari TNI Angkatan laut juga pejuang rupiah dari Bank Indonesia berasal dari beberapa kota di Indonesia.
Sementara itu, Sarimpuan Tanjung mengatakan, TNI AL ikut menyukseskan ekspedisi Rupiah Berdaulat mengerahkan KRI Kala Hitam 828 dengan 25 orang personel. ”Kami berkolaborasi dengan BI dan ini juga komitmen bersama untuk melaksanakan ekspedisi rupiah berdaulat. Harapannya rupiah semakin jaya dan semakin kuat,” ujarnya.
Asisten II Pemprov Sumbar Novrial mengatakan Kepulauan Mentawai sebagai daerah 3T di Sumbar adakalanya masih menggunakan uang asing dan sistem barter sebagai alat bertransaksi.
”Inilah menjadi tugas kita bersama membangun kesadaran menggunakan rupiah sebagai bentuk persatuan dan kedaulatan bangsa melalui mata uang resmi,” ujarnya.
Pihaknya berharap melalui ekspedisi tersebut ketersediaan uang rupiah di daerah-daerah terpencil melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terutama denga unsur TNI Polri.
”Kami menyadari masyarakat yang ada di daerah terpencil seperti Mentawai belum memiliki fasilitas yang memadai, terutama fasilitas yang mendukung aktivitas perekonomian,” ujarnya. (*)
Editor : Eri Mardinal