PADEK.JAWAPOS.COM-PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Teluk Sirih menutup proses overhaul unit pembangkit dengan melaksanakan syukuran sekaligus aksi sosial, yakni penyaluran bantuan kepada anak-anak yatim dan dhuafa, Jumat (4/7/). Kegiatan ini dipusatkan di Mushola Al-Ikhlas, kompleks PLN IP UBP Teluk Sirih.
Tak hanya sekadar seremoni internal perusahaan. Dihadiri oleh Manager PLN IP UBP Teluk Sirih, jajaran pegawai, Srikandi PLN (komunitas perempuan PLN), dan perwakilan pemerintah setempat, kegiatan ini menyatukan momen syukur dan kepedulian sosial dalam satu panggung aksi nyata.
Suksesnya proses overhaul, yakni perawatan menyeluruh dan peningkatan efisiensi unit pembangkit menjadi titik penting dalam upaya PLN IP menjamin pasokan listrik yang andal bagi Sumatera Barat dan sekitarnya. Namun, bagi manajemen PLN IP UBP Teluk Sirih, keberhasilan teknis tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kontribusi sosial yang bermakna.
Sebagai wujud komitmen tersebut, PLN IP UBP Teluk Sirih menyalurkan 251 paket bantuan pendidikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa dari wilayah sekitar. Tiap paket berisi seragam sekolah, tas, dan alat tulis.
“Melalui bantuan ini, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah fondasi perubahan, dan dukungan sekecil apa pun bisa menjadi titik awal kemajuan,” ujar Manager PLN IP UBP Teluk Sirih Lufti Nul Hakim (10/7).
Program ini dijalankan melalui Lazannur (Lembaga Amil Zakat Nurani), sebuah inisiatif internal PLN IP yang menghimpun dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari pegawai secara terstruktur. Lazannur bukan hanya penyalur bantuan sesaat, melainkan bagian dari mekanisme keberlanjutan sosial yang mendukung pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan keagamaan masyarakat.
Melalui Lazannur, PLN IP UBP Teluk Sirih menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana social, membangun kepercayaan, bukan hanya dengan publik, tetapi juga di antara pegawai yang menjadi donatur tetap.
Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian dari budaya kerja PLN IP UBP Teluk Sirih. Terlibatnya komunitas Srikandi PLN dalam perencanaan dan distribusi bantuan menandakan bahwa semangat kepedulian tidak dibatasi oleh jabatan atau gender, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami ingin memastikan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan bagian dari identitas dan karakter organisasi kami,” tambah salah satu anggota Srikandi.
Penyerahan bantuan bukan sekadar ritual, tapi cermin strategi jangka panjang PLN IP untuk memperkuat relasi sosial dengan komunitas. Di tengah dinamika industri energi yang menuntut efisiensi dan inovasi, perusahaan seperti PLN IP UBP Teluk Sirih menyadari bahwa keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan keberlanjutan sosial.
Sebanyak 251 anak kini memiliki alasan lebih untuk kembali bersemangat ke sekolah. Dan bagi PLN IP, ini bukan akhir, melainkan langkah lanjutan dalam perjalanan mewujudkan perusahaan yang berkinerja tinggi dan berdampak luas.
“Apa yang dilakukan PLN IP UBP Teluk Sirih bukan hanya mencerminkan keberhasilan teknis, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan sosial yang menyatu dalam kinerja korporat. Ketika listrik yang dihasilkan mengaliri rumah-rumah, dan zakat yang dihimpun mengaliri semangat anak-anak, saat itulah makna "energi untuk kehidupan yang lebih baik" benar-benar terasa nyata,” tutp Lufti.(cr1)
Editor : Novitri Selvia