Pelatihan yang dibuka Lurah Balaigadang, Yufrizal Maas, disambut antusias kelompok ibu-ibu pelaku usaha kecil menengah (UKM) setempat. Diawali teknik pengolahan ikan sisik menjadi bakso, hingga praktik desain kemasan produk frozen food menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) UNP dipimpin Fitri Yasih MPd, beranggotakan Sari Mustika SPt MSi dan Nurul Inayah Hutasuhut MHum. Menurut Fitri Yasih, pelatihan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil laut, khususnya ikan sisik yang melimpah di perairan Padang lewat pengolahan menjadi produk bernilai tambah tinggi.
”Frozen food seperti bakso ikan sisik bukan hanya praktis dan tahan lama, tetapi juga mampu meningkatkan gizi keluarga, menciptakan peluang kerja, serta menambah pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Menurut dia, dukungan pemerintah dan pelaku industri sangat penting dalam mengembangkan sektor pangan inovatif ini. ”Kami berharap pelatihan ini dapat mendorong masyarakat Balaigadang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan kreatif,” tutupnya.
Melimpahnya ikan sisik di Kota Padang hasil kombinasi faktor geografis dan ekologis, seperti kondisi oseanografi yang mendukung, produktivitas ekosistem pesisir, serta tradisi perikanan dan konsumsi ikan tinggi.
Makanya, pengelolaan berkelanjutan atas sumber daya laut menjadi penting untuk menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal.
”Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan produk pangan lokal berdaya saing tinggi, dan menjadi sumber ekonomi baru bagi warga Balaigadang,” harap dia. (*)
Editor : Eri Mardinal