Kenaikan ini menandai lonjakan sekitar 40% sepanjang tahun 2025, setelah meningkat 27% pada 2024.
Para analis memperkirakan, sebelum harga mencapai $4.000 per ons pada 2026, emas kemungkinan akan mengalami koreksi jangka pendek sebesar 5-6%.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Spot gold naik akibat harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter tanggal 17 September 2025.
Penurunan suku bunga menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas dan melemahkan nilai dolar AS, membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Emas tetap menjadi aset lindung nilai (safe-haven) selama ketidakpastian politik dan ekonomi. Investor beralih ke emas untuk melindungi nilai portofolio dari risiko geopolitik.
Permintaan dari bank sentral dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) turut mendorong kenaikan harga emas. Renisha Chainani, Kepala Riset di Augmont, menyatakan: “Bull run jangka panjang emas tetap utuh, karena permintaan, terutama dari bank sentral dan ETF, terus naik lebih cepat.”
Prediksi Koreksi Jangka Pendek
Meskipun tren bullish tetap kuat, analis memperkirakan koreksi 5-6% sebelum harga kembali naik.
Managing Director Metals Focus, Philip Newman menyebut harga emas berada di wilayah $3.400–$3.500, dan memperkirakan mencapai $3.800 pada akhir 2025.
Outlook dan Dampak bagi Investor
Para peserta India Gold Conference memperkirakan tren bullish emas berlanjut hingga 2026.
Faktor utama: penurunan suku bunga The Fed, permintaan investasi dari institusi dan investor ritel, serta risiko geopolitik.
Koreksi 5-6% dapat menjadi peluang bagi investor untuk membeli emas dengan harga lebih rendah sebelum harga naik kembali ke $4.200 per ons.
Emas tetap menjadi pilihan lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.(*)
Editor : Heri Sugiarto