Pelemahan ini terjadi seiring investor mengambil keuntungan dan penguatan dolar AS sebelum keputusan kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan hari ini.
Spot gold tercatat turun 0,7% menjadi $3.663,73 per ons setelah menembus rekor $3.702,95 pada Selasa (16/9).
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,7% ke level $3.700.
Dolar AS menguat tipis 0,2% setelah sebelumnya turun ke level terendah lebih dari dua bulan.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 10-tahun berada di dekat level terendah lima bulan terakhir.
"Beberapa kali emas mendekati $3.700, harganya turun lagi, yang kemungkinan menunjukkan aksi pelindung dari penjual opsi pada level tersebut," ujar Rhona O’Connell, analis StoneX, dilansir Reuters.
Indeks kekuatan relatif (RSI) emas berada di 75, turun dari level tertinggi 17 bulan di 81 pada Selasa, dan menandakan logam mulia ini overbought.
Data ekonomi terbaru menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih dari perkiraan pada Agustus, tapi pasar tenaga kerja yang melemah dan kenaikan harga akibat tarif menjadi risiko bagi keberlanjutan pertumbuhan belanja.
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat persen hari ini.
Pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menjadi sorotan pasar untuk melihat arah kebijakan suku bunga berikutnya.
"(Kami) masih memperkirakan pemotongan 25 basis poin, namun kemungkinan ada tiga anggota yang berbeda pendapat," tambah O’Connell.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyerukan pemotongan suku bunga yang lebih besar.
Suku bunga rendah menurunkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, Deutsche Bank menaikkan proyeksi harga emas 2026 menjadi rata-rata $4.000 per ons, naik dari perkiraan sebelumnya $3.700 per ons.
SPDR Gold Trust, dana investasi emas terbesar di dunia, melaporkan kenaikan kepemilikan emas sebesar 0,32% menjadi 979,95 ton pada Selasa, dari 976,80 ton pada Senin.(*)
Editor : Heri Sugiarto