Berdasarkan data pada pukul 00.45 WIB, Rabu (29/10), harga emas spot melemah 0,4 persen menjadi US$3.964,35 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak 6 Oktober. Sementara itu, emas berjangka AS turun 0,9 persen dan ditutup di US$3.983,1 per ons.
Sepanjang tahun ini, emas telah naik lebih dari 51 persen didorong oleh ketegangan geopolitik, konflik dagang, dan ekspektasi penurunan suku bunga AS. Namun, kabar potensi kesepakatan dagang antara kedua negara ekonomi terbesar dunia itu menekan permintaan terhadap aset safe haven tersebut.
“Ketegangan dagang AS–China mulai mereda dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan setelah pertemuan Presiden Xi dan Trump pekan ini. Kondisi ini menjadi faktor negatif bagi logam safe haven,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Pejabat ekonomi tinggi dari AS dan China dikabarkan telah menyelesaikan kerangka kesepakatan yang akan dibahas dalam pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada Kamis mendatang.
Optimisme terhadap kemajuan pembicaraan tersebut juga mendorong indeks utama Wall Street dibuka pada rekor tertinggi pada Selasa (28/10).
Sementara itu, pasar menanti hasil pertemuan kebijakan dua hari The Fed yang akan diumumkan Rabu (29/10). Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.
Meski demikian, prospek harga emas masih bervariasi. Dalam pertemuan tahunan London Bullion Market Association (LBMA), peserta memperkirakan harga emas bisa mencapai US$4.980 per ons dalam 12 bulan mendatang. Namun, lembaga seperti Citi dan Capital Economics justru menurunkan proyeksi harga emas pada awal pekan ini.
Menurut Bank of America, pasar emas saat ini berada dalam kondisi overbought, sehingga wajar jika terjadi koreksi harga. Bank tersebut memperkirakan harga emas bisa turun hingga US$3.800 per ons pada kuartal keempat tahun ini.
Untuk logam mulia lainnya, perak spot naik tipis 0,7 persen menjadi US$47,21 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak 26 September. Platina stabil di US$1.589,87, sementara paladium turun 0,1 persen ke US$1.401,63 per ons. (*)
Editor : Heri Sugiarto