Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Permintaan Emas Global Naik 3%, Tembus 1.313 Ton, Tertinggi dalam Sejarah

Heri Sugiarto • Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:17 WIB

World Gold Council laporkan permintaan emas capai 1.313 ton pada kuartal III 2025, tertinggi dalam sejarah.(Foto: AI Gemini)
World Gold Council laporkan permintaan emas capai 1.313 ton pada kuartal III 2025, tertinggi dalam sejarah.(Foto: AI Gemini)
PADEK.JAWAPOS.COM-Permintaan emas dunia meningkat 3 persen secara tahunan menjadi 1.313 metrik ton pada kuartal III 2025, mencapai angka tertinggi dalam sejarah, menurut laporan World Gold Council (WGC) yang dirilis Kamis (20/10/2025). Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan investasi di tengah ketidakpastian global.

Harga emas spot tercatat naik 50 persen sejak awal tahun dan sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.381 per ons troy pada 20 Oktober, didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) akibat ketegangan geopolitik, ketidakpastian tarif Amerika Serikat, serta gelombang pembelian berbasis fear of missing out (FOMO).

“Prospek emas tetap optimistis karena pelemahan dolar AS, ekspektasi penurunan suku bunga, dan ancaman stagflasi dapat terus mendorong permintaan investasi,” kata Louise Street, analis pasar senior di World Gold Council, dilansir dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa pasar emas global masih belum mencapai titik jenuh.

WGC melaporkan bahwa permintaan emas batangan dan koin naik 17 persen selama kuartal III, terutama dipimpin oleh India dan China.

Sementara itu, arus masuk ke exchange-traded funds (ETF) emas fisik melonjak 134 persen, mencerminkan meningkatnya minat investor global terhadap instrumen berbasis emas.

Kenaikan di sektor investasi ini menutupi penurunan tajam pada permintaan perhiasan emas—kategori terbesar permintaan fisik—yang turun 23 persen menjadi 419,2 ton akibat harga tinggi yang menekan daya beli konsumen di berbagai negara.

Bank sentral dunia juga tercatat meningkatkan pembelian emas sebesar 10 persen menjadi 219,9 ton selama kuartal III, berdasarkan data laporan dan estimasi pembelian tidak dilaporkan oleh WGC.

Total pembelian bank sentral pada periode Januari–September 2025 mencapai 634 ton, lebih rendah dari rekor tiga tahun terakhir, tapi masih jauh di atas rata-rata sebelum 2022.

Dari sisi pasokan, produksi tambang naik 2 persen dan daur ulang emas meningkat 6 persen sehingga menghasilkan total pasokan emas kuartalan tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, pada perdagangan Kamis (30/10) pagi, harga emas spot naik 0,9 persen menjadi US$3.964,09 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember turun 0,6 persen menjadi US$3.977,10 per ons.

Penguatan harga emas tersebut didukung oleh pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,2 persen dan kebijakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, di tengah kehati-hatian investor menunggu hasil pertemuan dagang antara Presiden Amerika Serikat dan China.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #bank sentral #Permintaan Emas Melonjak #india #World Gold Council #investasi emas #china