Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Catering ke Rumah Makan: Alif Ahmad Bangun Pondok Goreng Baluik di Bypass Padang

Riyadhatul Khalbi • Rabu, 5 November 2025 | 12:52 WIB

Aneka menu makan di Pondok Goreng Baluik Payakumbuah di Jalan Bypass Km 21, Kota Padang.
Aneka menu makan di Pondok Goreng Baluik Payakumbuah di Jalan Bypass Km 21, Kota Padang.
PADEK.JAWAPOS.COM—Matahari baru saja meninggi di Jalan Bypass Km 21, Batipuhpanjang, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dari dalam rumah makan sederhana bercat putih itu, aroma belut goreng cabai merah dan hijau menggoda para pengunjung yang mulai berdatangan.

Di sinilah Alif Ahmad (37) membangun impiannya: Pondok Goreng Baluik Payakumbuah, bagian dari brand Sakato Kuliner miliknya.

Awalnya, Alif menjalankan usaha catering, menyediakan nasi box dan snack box untuk berbagai acara.

Kesempatan besar pernah datang pada 2023, ketika Sakato Kuliner dipercaya menyediakan catering untuk salah satu calon wakil presiden yang berkunjung ke Kota Padang.

Pengalaman itu menegaskan jalan bagi Alif untuk membuka rumah makan sendiri.

“Kita juga pernah menyediakan catering waktu salah satu cawapres kesini itu dengan Sakato Kuliner kita ini,” ujar Alif, Selasa (4/11/2025).

Alif memilih menu spesifik belut goreng sebagai andalan rumah makannya. Menurutnya, bersaing di ranah kuliner Padang dengan menu tradisional lain tentu sulit bagi pendatang baru.

Sejak 23 Agustus 2024, Pondok Goreng Baluik menyajikan belut sawah olahan khas, lengkap dengan variasi cabai merah dan hijau, serta tambahan menu ikan, ayam, dan telur.

Dalam sehari, usaha Alif menghabiskan sekitar 7 kg belut, setara dengan 70–80 porsi belut goreng per hari.

Rumah makan buka dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, dengan kunjungan paling ramai di awal bulan ketika masyarakat menerima gaji, atau saat hari libur.

“Yang pertama itu pas awal bulan kan karena orang gajian dan kedua itu ketika hari libur lumayan rame juga tuh,” ungkapnya.

Baca Juga: Kemendikdasmen Siap Periksa Pelanggaran saat TKA

Di balik kesuksesan itu, Alif merasakan tantangan ekonomi. Turunnya daya beli masyarakat memengaruhi omzet, yang sebelumnya bisa mencapai Rp90 juta per bulan. Kini, pendapatan mulai membaik, meski belum mencapai angka sebelumnya.

“Cuma untuk sebulan terakhir itu sudah mulai membaik, grafiknya sudah agak naik lagi lah,” katanya.

Sebagai pengusaha UMKM, Alif berharap pemerintah dapat mendukung peningkatan daya beli masyarakat, agar usaha-usaha kecil bisa tumbuh, menyerap tenaga kerja, dan turut mengurangi pengangguran.

“Harapan kita itu, bagaimana pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat agar kita bisa memperkerjakan lebih banyak orang lagi, itu tentunya akan mengurangi angka pengangguran juga kan,” tambahnya.

Di Pondok Goreng Baluik, setiap belut goreng yang keluar dari dapur bukan hanya menu, tapi simbol ketekunan seorang pengusaha muda yang memilih menjadi perintis di tengah persaingan kuliner Padang.(cr4)

Editor : Hendra Efison
#Alif Ahmad #Pondok Goreng Baluik #Sakato Kuliner #Goreng Belut Bypass Padang