Kasus ini menyoroti potensi kebocoran data dari dalam perusahaan, terutama di industri teknologi tinggi.
Menurut dokumen gugatan yang diajukan ke pengadilan, Luo bergabung dengan Intel pada 2014 sebagai insinyur pengembangan alat desain otomasi elektronik (Electronic Design Automation tools).
Setelah pemutusan hubungan kerja pada Juli 2025, penyelidikan internal menemukan bahwa Luo diduga menyalin ribuan dokumen rahasia dari sistem internal Intel.
Dalam gugatan setebal 18 halaman, Intel menyebut Luo menggunakan Network Attached Storage (NAS) pribadi untuk menyalin sekitar 18.000 file dari akun dan laptop kerjanya sesaat setelah menerima surat pemutusan kerja.
Sebagian besar file tersebut diklasifikasikan sebagai “Intel Top Secret” dan “Intel Confidential Information”, berisi data pengembangan teknologi dan produk masa depan perusahaan.
Sebelum aksi tersebut berhasil, Luo sempat mencoba menyalin data ke hard drive eksternal pada 23 Juli, namun upaya itu digagalkan oleh sistem keamanan Data Loss Prevention (DLP) Intel.
Pada 28 Juli, Luo kembali mencoba menggunakan NAS dan berhasil melakukan transfer data.
Aktivitas ini kemudian terdeteksi oleh sistem keamanan internal, yang memicu penyelidikan menyeluruh hingga mengidentifikasi Luo sebagai pelaku.
Intel mengaku telah berupaya menghubungi Luo melalui email, telepon, dan surat resmi, namun tidak mendapat tanggapan. Hingga kini, keberadaan Luo belum diketahui.
Perusahaan kemudian mengajukan gugatan perdata terhadap Luo atas tuduhan pelanggaran kontrak kerja dan pencurian rahasia dagang berdasarkan Defend Trade Secrets Act (DTSA) Amerika Serikat.
Intel menuntut ganti rugi minimal US$250.000 serta pemulihan seluruh data yang dicuri.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap ancaman internal (insider threat) yang tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan teknologi.
Meski sistem keamanan canggih telah diterapkan, kasus ini menunjukkan bahwa risiko kebocoran data tetap dapat muncul dari individu yang memiliki akses sah ke sistem perusahaan.
Hingga berita ini diterbitkan, Intel belum memberikan komentar publik lebih lanjut mengenai proses hukum yang sedang berlangsung. (CC6)
Editor : Hendra Efison