Kegemarannya memelihara ikan sejak kecil berkembang menjadi usaha penjualan berbagai jenis ikan hias hingga pakan hewan, Kamis (13/11/2025).
Firman menuturkan, awalnya ia hanya merawat ikan hias untuk kesenangan pribadi hingga jumlahnya semakin banyak dan ditawarkan ke toko-toko.
“Dasarnya hobi, dari kecil ternak ikan hias sampai berkembang biak. Baru ditawari toko-toko yang dagang ikan,” ujarnya.
Seiring waktu, ia memperluas jenis usaha dengan menjual beragam ikan hias seperti guppy, koi, hingga arwana, serta pakan ikan, pakan burung, jangkrik, lipan, dan kelabang.
“Saat awal mulai jualan sudah banyak macam ikan hias. Waktu itu yang diminati ikan koi,” katanya.
Firman mengatakan, ketertarikannya pada hewan memicu ide untuk membibitkan ikan secara mandiri sebelum akhirnya dijual.
Namun, usaha ini memiliki tantangan tersendiri. Ia harus menjaga kualitas air, kadar oksigen, serta stabilitas pH agar ikan tetap sehat. Cuaca ekstrem kerap menyebabkan ikan mati dan memicu kerugian.
“Yang pertama dijaga kualitas air, kemudian kadar oksigen. Kadang air bagus, kadang tidak, pH bisa turun,” tuturnya.
Dari usahanya, Firman pernah menjual ikan arwana dengan harga tertinggi mencapai Rp25 juta. Pelanggan ikan hiasnya kini meluas hingga berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Solok, Bukittinggi, Dharmasraya, Sawahlunto, dan Sungai Penuh.
“Langganan saya ada dari Solok, Bukittinggi, Dharmasraya, Sawahlunto, dan Sungai Penuh,” pungkasnya.(Fadli Zikri/CR6)
Editor : Hendra Efison