Kegiatan ini diikuti sejumlah perajin batik Kota Solok, yakni Batik Tarancak, Batik Pultimtam, Batik Babaleh, Batik Ynadri, Batik Solok Daro, dan Mira Batik.
Pembinaan difokuskan pada peningkatan kompetensi pelaku IKM, meliputi teknik pewarnaan batik, pengembangan motif khas daerah, serta penguatan manajemen usaha agar mampu bersaing di pasar regional dan nasional.
Kepala DPKUKM Kota Solok, Zulkarnaini, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif, termasuk industri batik, sebagai identitas daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Batik Solok memiliki karakter dan potensi besar. Melalui pembinaan ini, kami berharap pelaku IKM dapat meningkatkan kreativitas, kualitas produksi, dan memperluas akses pasar,” ujar Zulkarnaini, Sabtu (13/12/2025).
Ia didampingi Kepala Bidang Perdagangan Hasrul Hendri dan Kepala Seksi Perindustrian Yenna Muriaty dalam kegiatan tersebut.
Menurut Zulkarnaini, pembinaan berkelanjutan menjadi langkah penting agar IKM batik mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat.
Para perajin batik peserta kegiatan menyambut positif program pembinaan ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin untuk mendukung peningkatan kualitas produk dan pendapatan pelaku IKM.
Pemerintah Kota Solok menargetkan IKM batik mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang tidak hanya menonjolkan motif khas daerah, tetapi juga memperkuat posisi batik Solok di tingkat nasional.(CR8/Dila Kartika)
Editor : Hendra Efison