Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Duku di Pasbar masih Stabil Rp 15 Ribu per Kilogram

Fadli Zikri • Senin, 5 Januari 2026 | 06:15 WIB

Pedagang duku menunggu pembeli di Pasar Ujunggading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasbar, Minggu (4/1).
Pedagang duku menunggu pembeli di Pasar Ujunggading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasbar, Minggu (4/1).
PADEK.JAWAPOS.COM—Musim duku kembali tiba dan mulai memberi dampak positif bagi pedagang buah musiman di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Sejak sepekan terakhir, buah duku mulai banyak dijumpai di lapak-lapak pedagang Pasar Ujunggading, Kecamatan Lembah Melintang. Pasokan yang melimpah membuat duku kembali mendominasi penjualan buah di pasar tersebut.

Pantauan Minggu (4/1), harga duku di sejumlah lapak masih relatif stabil. Buah dengan cita rasa manis itu dijual dengan harga sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Stabilnya harga dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan yang cukup dari daerah penghasil yang tengah memasuki puncak musim panen.

Salah seorang pedagang duku, Zulfian, 41, mengatakan musim duku tahun ini tergolong baik. Pasokan dari pemasok berjalan lancar sehingga stok duku di lapaknya selalu tersedia setiap hari.

”Sekarang duku cukup banyak, jadi harganya masih stabil di Rp 15 ribu per kilo. Duku ini saya ambil dari pemasok di daerah Jambi,” ujar Zulfian.

Ia menambahkan, penjualan duku saat ini cukup menggembirakan, terutama saat kondisi pasar ramai pengunjung. Dalam sehari, penjualan bisa mencapai 150 kilogram, khususnya pada akhir pekan.

”Kalau pasar ramai, biasanya cepat habis. Apalagi akhir pekan, pembelinya lebih banyak,” katanya.

Menurut Zulfian, harga duku sangat bergantung pada jumlah pasokan di pasaran. Ketika pasokan melimpah, harga cenderung bertahan atau turun karena pedagang berupaya menjual dagangan sebelum buah rusak. Sebaliknya, saat pasokan mulai berkurang, harga duku biasanya berangsur naik.

”Kalau stok mulai sedikit, harga ikut naik karena barang sudah susah didapat,” jelasnya.

Seorang pembeli, Refni Arianti, 34 mengaku sengaja membeli duku dalam jumlah lebih banyak untuk dikonsumsi selama perjalanan menuju tempat wisata. Menurutnya, duku menjadi buah favorit karena hanya tersedia pada musim tertentu.

”Duku ini kan buah musiman, jadi tidak bisa dibeli setiap waktu,” ujarnya. Ia menilai harga duku saat ini masih terjangkau. ”Kalau harganya masih segitu, menurut saya masih wajar,” katanya.

Para pedagang berharap musim duku tahun ini dapat berlangsung lebih lama agar penjualan tetap stabil dan keuntungan bisa maksimal. (*)

Editor : Eri Mardinal
#pasaman barat #Pasar Ujunggading #buah musiman #duku