Mengutip Reuters, harga emas melonjak 2,7% ke US$4.444,52 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 29 Desember 2025. Sebelumnya, emas mencatat rekor tertinggi sepanjang masa US$4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 2,8% menjadi US$4.451,5 per ons.
“Situasi di Venezuela jelas meningkatkan permintaan safe‑haven, menambah kekhawatiran yang sudah ada terkait geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter," kata Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia di Heraeus Metals Jerman.
Tahun 2025, harga emas naik 64%, didukung oleh ketegangan geopolitik dan siklus penurunan suku bunga Federal Reserve.
Ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut, pembelian bank sentral, dan arus masuk ETF juga membantu mendorong harga emas.
Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,7% dan ditutup di atas $58 per barel setelah penangkapan Maduro yang memicu ketidakpastian pasokan energi dari Venezuela.
Saham perusahaan minyak melonjak setelah Presiden Donald Trump menyatakan perusahaan Amerika akan menginvestasikan milyaran dolar untuk membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela.
Thomas Mathews, Kepala Pasar Asia Pasifik Capital Economics, menilai dampak ekonomi jangka pendek minimal, namun implikasi geopolitik signifikan karena dapat menjaga premi risiko tetap tinggi pada beberapa aset regional.
Sementara itu, Bob McNally, Presiden Rapidan Energy Group dalam wawancara dengan Bloomberg TV, menyebutkan bahwa pasar sudah memahami ini dengan benar.
"Ini tidak berdampak besar pada kontrak minyak berjangka jangka pendek, namun memberikan angin pendorong bagi perusahaan minyak AS dan perusahaan besar," kata Bob, seperti dikutip dari Bloomberg.
Reaksi Pasar Saham
Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat rekor tertinggi pada Senin. Indeks energi S&P 500 naik ke level tertinggi sejak Maret 2025, dengan saham Exxon Mobil meningkat 2,2% dan Chevron naik 5,1%. Saham sektor pertahanan S&P 500 juga naik lebih dari 1%.(*)
Editor : Heri Sugiarto