Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Laundry di Padang Kembali Normal Usai Lonjakan Pesanan 300 Persen Pascabanjir

Mengki Kurniawan • Kamis, 8 Januari 2026 | 21:25 WIB

Salah satu usaha laundry di Jl Gajah Mada Gunung Pangilun, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Salah satu usaha laundry di Jl Gajah Mada Gunung Pangilun, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Bisnis jasa laundry di Kota Padang mulai kembali stabil pada Kamis (8/1/2026). Sebelumnya, para pengusaha sempat kewalahan menerima lonjakan pesanan hingga 300% akibat banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Yan (40), pemilik usaha Y-Laundry di Jalan Gajah Mada No 16A, Gunung Pangilun, mengatakan volume cucian pelanggan kini telah kembali pada kondisi normal.

Saat banjir melanda, jasa laundry menjadi pilihan utama warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama berhari-hari.

Ia menyebut, pada masa puncak pasca-banjir, cucian yang masuk bisa mencapai 60 kilogram per hari.

Omzet harian pun melonjak tiga kali lipat dibanding hari biasa karena hampir seluruh warga membawa pakaian kotor ke tempatnya.

“Waktu banjir bandang akhir November itu, cucian yang masuk bisa sampai 60 kilogram sehari. Memang terasa sekali lonjakannya, omzet naik sampai 300 persen karena hampir semua orang bawa baju kotor ke sini,” kata Yan, Kamis (8/1).

Meski demikian, ia mengakui sempat terkendala operasional akibat pasokan air PDAM terhenti selama tiga hari.

Yan harus bekerja ekstra untuk memastikan usaha yang dirintis sejak April 2025 itu tetap dapat melayani pelanggan di tengah keterbatasan air bersih.

Memasuki minggu kedua Januari 2026, jumlah cucian mulai menurun seiring pulihnya distribusi air ke rumah-rumah warga.

Masyarakat kembali mencuci pakaian secara mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada layanan laundry.

Saat ini, volume cucian di usaha Yan rata-rata kembali pada angka 25 kilogram per hari dengan pendapatan sekitar Rp150 ribu.

“Sekarang sudah kembali normal lagi, rata-rata masuk 25 kilogram sehari. Kalau diuangkan ya sekitar Rp150 ribu per hari. Masyarakat sudah mulai mencuci sendiri di rumah karena air sudah lancar,” ujarnya.

Yan optimistis menjalankan usahanya meski periode lonjakan pesanan telah berlalu. Ia berharap kondisi cuaca di Kota Padang tetap stabil, karena usaha laundry sangat bergantung pada sinar matahari untuk pengeringan serta suplai air yang memadai.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#usaha mikro Padang #Air bersih padang #laundry Padang #Banjir Bandang Padang