Harga emas spot sempat naik hingga sekitar US$4.601 per ounce sebelum bertahan di US$4.574,01 pada pukul 09.01 WIB.
Sementara itu, kontrak U.S. Gold Futures juga mengalami kenaikan sekitar 2,5 persen ke level US$4.612,04 per ounce.
Sepanjang pekan sebelumnya, harga emas sudah naik lebih dari empat persen setelah permintaan aset aman atau safe-haven meningkat akibat ketegangan dan ketidakpastian pasar global.
Dikutip dari Reuters, lonjakan harga emas hari ini dipicu oleh ketegangan di Iran, di mana protes anti-pemerintah menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan. Kondisi ini mendorong investor untuk mengalihkan investasi mereka ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.
Pasar juga terpengaruh oleh isu hukum yang melibatkan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, terkait penyelidikan terhadap kesaksiannya di Kongres musim panas lalu mengenai proyek renovasi gedung Fed.
Powell menilai hal ini sebagai "dalih" untuk memperoleh pengaruh lebih besar atas kebijakan bank sentral dan moneter. "Ini tentang apakah Fed akan dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter justru akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi," kata Powell, dikutip dari Investing.
Situasi ini memicu perhatian pasar terhadap independensi Federal Reserve, melemahkan dolar AS, dan mendukung kenaikan harga emas.
Data tenaga kerja Amerika Serikat turut mendukung kenaikan harga emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan nonfarm payrolls sebesar 50.000 pada Desember 2025, lebih rendah dari ekspektasi 66.000.
Tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,4 persen, sedikit lebih baik dari proyeksi 4,5 persen. Data yang lebih lemah dari ekspektasi ini meningkatkan spekulasi bahwa The Fed mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut sepanjang 2026.(*)
Editor : Heri Sugiarto