Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Dunia Sentuh Rekor Tertinggi di Asia Setelah Ancaman Tarif Baru Trump

Heri Sugiarto • Senin, 19 Januari 2026 | 10:21 WIB

Harga emas dunia melonjak ke rekor tertinggi di perdagangan Asia usai ancaman tarif baru AS terhadap delapan negara Eropa. (Foto ilustrasi: Gemini AI)
Harga emas dunia melonjak ke rekor tertinggi di perdagangan Asia usai ancaman tarif baru AS terhadap delapan negara Eropa. (Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas melonjak ke rekor tertinggi dalam perdagangan Asia pada Senin (19/1/2026), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang menolak rencananya untuk mengakuisisi Greenland.

Kenaikan ini didorong oleh kuatnya permintaan aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Spot gold tercatat naik 1,8 persen ke posisi USD 4.675,55 per ounce pada pukul 07.31 WIB, setelah sempat menyentuh rekor USD 4.690,75 per ounce pada sesi sebelumnya. Sementara itu, U.S. Gold Futures meningkat 1,9 persen ke level USD 4.681,10 per ounce.

Permintaan Safe Haven Menguat di Tengah Risiko Geopolitik

Kenaikan emas ini melanjutkan reli kuat pekan lalu ketika logam mulia mencetak rekor berturut-turut.

Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya risiko geopolitik turut mendukung penguatan harga.

Di sisi lain, harga perak juga melonjak lebih dari 4 persen dan menyentuh rekor baru USD 94,03 per ounce. Logam putih tersebut mendapat dorongan dari permintaan aset aman sekaligus fungsinya sebagai logam industri.

Trump pada Minggu (11/2026) mengatakan akan mengenakan tarif baru kepada delapan negara Eropa yang menentang rencana Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland.

“AS akan mengenakan tarif 10 persen mulai 1 Februari, dan meningkat menjadi 25 persen pada Juni jika tidak ada kesepakatan,” ujar Trump dikutip dari Investing.

Ancaman Tarif Picu Kekhawatiran Perselisihan Dagang Baru

Negara-negara yang menjadi target meliputi Prancis, Jerman, dan Inggris, serta beberapa negara Nordik dan Eropa Utara.

Pengumuman ini mendapat kritik tajam dari pejabat Eropa dan memicu kekhawatiran munculnya sengketa dagang transatlantik yang lebih luas.

Selain itu, ancaman tarif tersebut memperkuat sentimen bullish emas yang sebelumnya telah terdorong oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Data ekonomi AS yang lebih lemah dan tanda-tanda inflasi yang melambat menambah keyakinan pasar bahwa The Fed berpotensi menurunkan suku bunga akhir tahun ini.

Di tengah kondisi tersebut, investor memilih mengalihkan portofolio ke aset aman.

Emas juga bergerak naik pekan lalu seiring meningkatnya kekhawatiran atas perkembangan di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #safe haven #Harga emas rekor tertinggi Asia #Rekor Tertinggi Emas #ketegangan geopolitik #suku bunga as #Tarif baru Trump #harga perak #Greenland