Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan produk, rencana pemasaran, serta sistem bisnis AFC Indonesia kepada anggota dan calon anggota di Sumatera Barat.
Grand LOP Padang dihadiri General Manager AFC Indonesia Nicolas Rampisela, Daimyo AFC Indonesia Ewien Firdaus, Samurai AFC Indonesia Al-Mahdi, serta ratusan anggota AFC dari Kota Padang.
Nicolas Rampisela menjelaskan, Grand LOP merupakan agenda edukasi dan sosialisasi yang rutin digelar AFC Indonesia di berbagai daerah.
“Produk AFC berasal dari perusahaan farmasi Jepang. Kami memiliki klaim yang dapat dibuktikan secara medis,” kata Nicolas saat ditemui di Hotel Mercure Padang, Minggu (25/1/2026).
Ia menyebutkan AFC Indonesia memiliki tiga produk utama, yakni Sop Subarashi, Hikari, dan Utsukushhii, yang telah terdaftar di sejumlah lembaga, termasuk BPOM, MIMS, FDA, serta memiliki sertifikasi halal.
Menurut Nicolas, kehadiran AFC di Padang diharapkan tidak hanya berkontribusi pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui sistem direct selling.
Sementara itu, Daimyo AFC Indonesia Ewien Firdaus menyampaikan antusiasme peserta terhadap kegiatan Grand LOP di Padang.
“Seminar ini menjadi sarana informasi bagi masyarakat yang ingin mengenal produk dan sistem bisnis AFC,” ujar Ewien.
Ia mengungkapkan jumlah anggota AFC di Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Januari 2026, tercatat sekitar 5.000 anggota AFC di Kota Padang.
Pada kesempatan yang sama, AFC Indonesia juga memberikan apresiasi kepada anggota dengan capaian omzet tinggi, salah satunya Al-Mahdi, Samurai AFC Indonesia dan consignment stockist AFC Sumatera Barat.
Al-Mahdi menyebutkan omzet yang diraihnya mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun sejak 2024, dengan penjualan rata-rata 1.000–1.200 boks produk per bulan di wilayah Sumatera Barat.
“Pasar terbesar berada di Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Batusangkar,” ujar Al-Mahdi.
Grand LOP Padang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan AFC Indonesia dalam memperluas jaringan pemasaran dan memperkenalkan produk suplemen kesehatan di daerah. (CR4)
Editor : Hendra Efison