Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Mendekati US$5.600 per Ons di Tengah Ketegangan AS–Iran

Heri Sugiarto • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:49 WIB

Harga emas dunia mendekati US$5.600 per ons pada perdagangan 29 Januari, didorong ketegangan AS–Iran dan pelemahan dolar Amerika Serikat. (Foto ilustrasi: Gemini AI)
Harga emas dunia mendekati US$5.600 per ons pada perdagangan 29 Januari, didorong ketegangan AS–Iran dan pelemahan dolar Amerika Serikat. (Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia mencatat rekor tertinggi baru pada Kamis sore WIB (29/1), mendekati US$5.600 per ons, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global dan melemahnya sinyal ekonomi Amerika Serikat, yang mendorong investor mencari aset lindung nilai.

Harga emas spot naik 2,1% menjadi US$5.513,09 per ons pada pukul 18.22 WIB, setelah sebelumnya menyentuh US$5.594,82. Logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi dalam sembilan sesi berturut-turut dan telah menguat 28% sepanjang Januari 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 3,8% ke US$5.506,30 per ons, setelah mencapai rekor intraday di US$5.626,80.

Ketegangan AS–Iran Dorong Permintaan Aset Aman

Dikutip dari Reuters, kenaikan harga emas terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump, pada Rabu (28/1), menekan Iran untuk bernegosiasi terkait kesepakatan nuklir, disertai peringatan bahwa Washington akan merespons lebih keras dibandingkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu.

Sebagai respons, Teheran menyampaikan ancaman aksi balasan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutunya.

Situasi tersebut memperkuat minat investor terhadap aset aman, termasuk emas dan perak.

Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve AS memutuskan menahan suku bunga pada pertemuan terakhir, kemarin.

Pasar kini mencermati rencana Presiden Trump terkait pengumuman ketua bank sentral baru, serta perkembangan kebijakan moneter selanjutnya.

Dolar AS Melemah, ETF Emas Bertambah

Penguatan emas juga dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS, yang berada di level tidak stabil setelah mencapai terendah dalam empat tahun pada Selasa (27/1). Pelemahan dolar meningkatkan daya tarik emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar bagi pembeli luar negeri.

Di sisi lain, SPDR Gold Trust, dana ETF emas terbesar di dunia, melaporkan bahwa kepemilikannya naik menjadi 35.043.181 ons pada Rabu (28/1). Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Mei 2022, mencerminkan peningkatan permintaan institusional terhadap emas.

Perak Tembus US$120, Logam Mulia Lain Bervariasi

Selain emas, harga perak spot turut menguat dan menembus level US$120 per ons. Pada perdagangan Kamis, perak naik 1% menjadi US$117,79 per ons, setelah sebelumnya mencapai rekor US$120,45. Sepanjang tahun berjalan, harga perak telah meningkat hampir 64%.

Sedangkan platinum spot naik 1,4% menjadi US$2.735,15 per ons, setelah mencetak rekor tertinggi di US$2.918,80 pada awal pekan. Berbeda arah, palladium melemah 1% ke US$2.052,75 per ons.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#ketegangan geopolitik #emas #Harga emas Januari 2026 #as #harga emas terbaru #emas spot #dolar as melemah #iran #harga emas dunia